BPS: Inflasi 0,76 Persen Pada Januari 2025
:
0
Gedung Kantor BPS.
EmitenNews.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan terjadi inflasi secara tahunan 0,76 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 105,99 Pada Januari 2025.
Mengutip pengumuman BPS, Senin(3/2/2025) bahwa inflasi pada bulan Januari 2025 secara tahunan terpicu kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran, seperti kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 3,69 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 1,24 persen.
Sedangkan kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 1,14 persen; kelompok kesehatan sebesar 1,84 persen; kelompok transportasi sebesar 0,76 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 1,11 persen; kelompok pendidikan sebesar 2,05 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 2,47 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 7,27 persen. Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yaitu: kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 8,75 persen dan kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,30 persen.
Inflasi provinsi tertinggi terjadi di Provinsi Papua Pegunungan sebesar 4,55 persen secara tahunan dengan IHK sebesar 112,06. Sebaliknya, terendah terjadi di Provinsi Sulawesi Tengah sebesar 0,02 persen dengan IHK sebesar 105,90.
Sementara deflasi terdalam terjadi di Provinsi Gorontalo sebesar 1,52 persen secara tahunan dengan IHK sebesar 104,85. Provinsi Nusa Tenggara Timur terjadi deflasi 0,06 persen secara tahunan dengan IHK sebesar 106,11.
Sedangkan dibanding bulan Desember 2024, justru terjadi deflasi 0,76 persen pada Januari 2025 ( mtm).
Related News
Lunasi Obligasi 7 September, Bank SulutGo Alokasikan Dana Rp750 Miliar
APBN 2027 Target Pertumbuhan 6%, Asumsi Rupiah Rp17.500/USD
Di Sidang MPR, Prabowo akan Usut Direksi BUMN 32 Tahun ke Belakang
Di Sidang MPR Presiden Ungkap Keberhasilan Swasembada 8 Komoditas
Emas Antam Turun Rp36 Ribu Terimbas Profit Taking Global
Nikkei Tembus 69.400, Saham Jepang Melejit Ikuti Wall Street





