BREN Catat Laba Bersih Meningkat 6,5 Persen di Sepanjang 2025
PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) melaporkan catatan kinerja keuangan yang solid sepanjang tahun 2025.
EmitenNews.com - PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) melaporkan catatan kinerja keuangan yang solid sepanjang tahun 2025. Kinerja tersebut didukung oleh operasi panas bumi yang stabil serta pengelolaan biaya yang disiplin, meskipun segmen pembangkit angin menghadapi kondisi yang lebih menantang dibandingkan tahun sebelumnya.
Hendra Soetjipto Tan, Chief Executive Officer (CEO) BREN dalam siaran resmi, Jumat (20/3/2026) menyampaikan bahwa aset panas bumi kami Perseroan menghasilkan produksi listrik yang stabil dan menjadi penopang utama kinerja Perseroan secara keseluruhan.
Didukung oleh pengelolaan biaya yang disiplin serta penurunan beban bunga setelah inisiatif optimalisasi utang yang kami lakukan, Perseroan berhasil mencatatkan margin yang lebih kuat dan peningkatan profitabilitas. Ke depan, kami tetap fokus untuk melanjutkan proyek-proyek ekspansi serta memperkuat portofolio kami.”
Untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025, Perseroan mencatat pendapatan konsolidasian sebesar US$605 juta, meningkat 1,4% secara tahunan, yang terutama didukung oleh produksi listrik panas bumi yang stabil dan kontribusi dari Unit Binary Salak.
EBITDA tercatat sebesar US$518 juta, dengan margin EBITDA sebesar 85,6%, mencerminkan efisiensi operasional dan pengelolaan biaya yang berkelanjutan.
Laba bersih setelah pajak mencapai US$165 juta, meningkat 6,5% secara tahunan, didorong oleh kinerja operasional yang lebih kuat serta penurunan biaya pendanaan setelah pelaksanaan inisiatif optimalisasi utang.
Secara operasional, Perseroan mencatat sejumlah pencapaian penting sepanjang tahun yang semakin memperkuat portofolio panas bumi. Proyek retrofit Salak diselesaikan pada kuartal III 2025, menambah kapasitas baru sebesar 7,7 MW, melampaui ekspektasi awal.
Bersama dengan Unit Binary Salak, total kapasitas terpasang bruto pembangkit listrik panas bumi yang dioperasikan Perseroan mencapai 910 MW pada akhir tahun 2025, meningkat 24 MW (+2,7% YoY) dibandingkan tahun sebelumnya Perseroan juga berhasil menyelesaikan dua sumur eksplorasi di prospek Hamiding pada Desember 2025, yang mengonfirmasi potensi sumber daya sekitar 55–60 MW, menandai tahap berikutnya dari strategi ekspansi panas bumi
Perseroan.
Selain itu, proyek retrofit Wayang Windu telah diselesaikan pada kuartal pertama 2026, yang semakin meningkatkan kinerja keseluruhan pembangkit listrik.
Ia menambahkan, Perseroan terus melanjutkan pengembangan Salak Unit 7 dan Wayang Windu Unit 3, yang keduanya ditargetkan mulai beroperasi secara komersial pada akhir tahun 2026.
"Setelah proyek tersebut selesai, kapasitas panas bumi Perseroan diperkirakan akan melampaui 1 GW, sekaligus memperkuat posisi
BREN sebagai salah satu perusahaan energi terbarukan terkemuka di Indonesia," katanya.
Related News
Ini 5 Masjid Ikonik Garapan WSKT, Siap Tampung 200.000 Jemaah Salat Id
Akhiri 2025, Laba Grup Djarum (TOWR) Tembus Rp3,67 Triliun
Efek Selat Hormuz, CEKA Beber Harga Bahan Ini Melejit 10 Persen
Drop 129 Persen, INPP Boncos Rp98,59 Miliar
Kena Sanksi OJK, Ini Reaksi Bliss Properti (POSA)
Pendapatan Susut, Laba RATU Sentuh USD15,26 Juta





