Bukit Asam (PTBA) Pacu Efisiensi saat Harga BBM Melonjak, Ini Hasilnya
:
0
Tambang batu bara PT Bukit Asam (Persero) Tbk
EmitenNews.com - PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) memperkuat program efisiensi operasional di tengah kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang terdampak konflik di Selat Hormuz. Hingga Juni 2026, harga BBM yang digunakan perseroan mencapai Rp19.503 per liter, melonjak 34% secara tahunan.
Corporate Secretary Division Head PTBA Eko Prayitno menjelaskan, kenaikan harga BBM tersebut berdampak langsung terhadap biaya operasional PTBA, terutama untuk kebutuhan jasa penambangan dan angkutan batu bara menggunakan kereta api.
Meski menghadapi tekanan biaya bahan bakar, perseroan mencatat beban pokok pendapatan sebesar Rp17,78 triliun, turun 2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan tersebut sejalan dengan turunnya volume produksi batu bara 10% menjadi 19,449 juta ton dan volume angkutan 6% menjadi 18,15 juta ton secara tahunan.
Selain itu, stripping ratio PTBA juga turun menjadi 5,26 kali dari sebelumnya 6,17 kali. Kondisi tersebut turut membantu menahan kenaikan biaya produksi di tengah tekanan harga BBM.
Namun demikian, beban operasional perseroan dinyatakan tetap meningkat 13% atau bertambah Rp184,84 miliar secara tahunan. Kenaikan terutama berasal dari komponen beban umum dan administrasi.
Pendapatan dan Laba Melonjak
Di tengah tekanan tersebut, pendapatan PTBA hingga semester I 2026 mencapai Rp22,03 triliun, naik 8% secara tahunan. Kinerja pendapatan ditopang kenaikan harga batu bara, dengan Newcastle Index meningkat 25% dan ICI-3 naik 15%. Harga jual rata-rata batu bara perseroan juga meningkat 10%.
Dari sisi penjualan, sekitar 51% volume PTBA diserap pasar domestik, sedangkan 49% lainnya diekspor. Lima negara tujuan ekspor terbesar adalah Vietnam, Bangladesh, Kamboja, India, dan Thailand.
Kinerja operasional tersebut turut menopang laba. PTBA membukukan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp2,65 triliun hingga Juni 2026, melonjak 218% dibanding Rp833,044 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Perseroan juga mencatat arus kas bersih dari aktivitas operasi sebesar Rp4,63 triliun, melonjak 108% dibandingkan Rp2,22 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan terutama berasal dari meningkatnya penerimaan dari pelanggan.
Related News
Indocement (INTP) Punya Wakil Dirut Baru, Intip Sosoknya
Pelabuhan Anak Usaha TPIA di Cilegon Kini Terbuka bagi Pihak Eksternal
Saham SQMI Melejit ARA, Muncul Pengumuman Dirutnya Mundur!
Dugaan Fraud oleh Orang Dalam, ASBI Rugi Sedikitnya Rp12 Miliar
Baru Lepas Suspensi, Saham ini Lanjut Melenting 6 Hari Berturut-Turut!
Back to Back Boncos, TAMA Bungkus Defisit Rp127 Miliar





