Buntut Lima Peserta Meninggal, Kemhan Pangkas Waktu Pelatihan SPPI
:
0
Kementerian Pertahanan memperpendek waktu pelatihan kedisiplinan dan kepemimpinan bagi peserta Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) untuk program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), menjadi dua pekan saja. Selanjutnya diisi pelatihan manajemen. dok. Tribunnews.
EmitenNews.com - Pelatihan dasar militer untuk calon manajer koperasi merah putih jalan terus. Kementerian Pertahanan memperpendek waktu pelatihan kedisiplinan dan kepemimpinan bagi peserta Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) untuk program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), menjadi dua pekan saja. Selanjutnya diisi pelatihan manajemen. Ketua DPR minta fokus pada manajerial.
Semula, latihan dasar militer (latsarmil) yang diarahkan untuk komponen cadangan (komcad) itu berdurasi lebih lama. Namun, Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan mengatakan konsep pelatihan itu diganti menjadi Pelatihan Bela Negara dan durasinya pun dipangkas.
Kepada pers, usai rapat dengan Komisi I DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (1/7/2027), Wamenhan Donny Ermawan pihaknya sudah merevisi program pelatihan dasar militer itu, merespon meninggalnya lima peserta sebelumnya. Ia menyebutkan, setelah modifikasi pelatihan dengan durasinya, tempat pendidikan tetap di 67 satdik (satuan pendidikan TNI).
“Jadi, waktunya saja yang berubah. Nah, itu terkait dengan kami telah merevisi program tersebut," kata Donny Ermawan.
Setelah pelatihan Bela Negara selesai, peserta akan fokus pada pendidikan manajerial selama satu bulan. Nantinya, peserta akan dididik oleh Kementerian Koperasi dan juga Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), sesuai program koperasi desa maupun koperasi nelayan.
"Kementerian Koperasi sudah menyiapkan modul-modulnya demikian juga yang dari KKP, sudah menyiapkan modul-modul pembelajaran," kata Donny.
Semua itu hasil dari evaluasi yang dilakukan Kemhan terhadap program latsarmil karena ada lima peserta SPPI yang meninggal dunia.
Ketua DPR Puan Maharani Minta Agar Pelatihan Fokus Pendidikan Manajerial
Sementara itu, Ketua DPR RI Puan Maharani meminta agar pelatihan terhadap peserta Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) untuk program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) maupun Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP) difokuskan pada pendidikan manajerial saja.
Puan menyampaikan hal itu merespons adanya evaluasi terhadap latihan dasar militer untuk program tersebut. Menurut politikus PDI Perjuangan itu, evaluasi harus menyeluruh usai adanya lima peserta yang meninggal.
Related News
Soal Investasi Rp11T Felda di BWPT, PM Malaysia Minta Bantuan Prabowo
Emiten Semen BUMN Pastikan Ketersediaan Pasokan di Aceh Terkendali
Prabowo Setuju Produksi Pemadam Berbahan Singkong Untuk Atasi Karhutla
Tenang! DPR Janji Pembahasan RUU Perampasan Aset Rampung Tahun Ini
Rusia Tawarkan Teknologi Drone hingga Pengolahan Limbah ke Indonesia
Kabut Asap Karhutla, Batal 43 Penerbangan dari Jakarta ke Kalimantan





