CBUT Perkuat Ekspansi Berkelanjutan di Tengah Tantangan Industri CPO
:
0
pertanian sawit di kawasan lahan CBI Group. DOK/ISTIMEWA
EmitenNews.com -Industri kelapa sawit nasional menghadapi tantangan besar pada tahun 2024, PT Citra Borneo Utama Tbk (CBUT) tetap optimis dan terus melakukan ekspansi berkelanjutan. Perusahaan ini mengandalkan keunggulan sistem produksi terintegrasi dengan Group Perusahaannya, yang memperkuat posisi CBUT sebagai salah satu pemain utama dalam industri hilirisasi kelapa sawit di Indonesia.
Kapasitas Produksi yang Mumpuni
CBUT saat ini mengoperasikan pabrik refinery dengan kapasitas 2.500 ton CPO per hari atau setara 850.000 ton per tahun. Selain itu, perusahaan ini juga memiliki pabrik fraksinasi dengan kapasitas produksi 2.500 ton Refined, Bleached, and Deodorized Palm Oil (RBDPO) per hari atau 850.000 ton per tahun. Pabrik kernel crushing CBUT juga mampu memproses 600 MT kernel per jam atau setara 219.000 ton kernel per tahun.
Seiring dengan kapasitas produksinya yang besar, CBUT telah berhasil mencatatkan penjualan hingga Rp6,79 triliun pada September 2024. Kontribusi berasal dari penjualan palm olein sebesar Rp2,40 triliun, dan palm stearin sebesar Rp550,80 miliar. Produk RBDPO menyumbang Rp303,44 miliar, asam lemak sawit distilat Rp85,33 miliar, dan produk lainnya sebesar Rp311,03 miliar. Direktur Utama CBUT, Ronny Hertantyo Raharjo, mengungkapkan optimismenya bahwa kinerja di kuartal IV-2024 akan semakin baik.
Rencana Ekspansi Kapasitas Refinery
CBUT berencana meningkatkan kapasitas refinery CPO-nya menjadi 4.000 MT per hari pada kuartal II-2025 dengan penambahan refinery kedua berkapasitas 1.500 MT. Refinery 2 diharapkan mulai beroperasi (commissioning) pada kuartal II-2025, dan produksi penuh diproyeksikan pada kuartal III dan IV-2025. Hingga kini, pembangunan refinery kedua telah mencapai tahap penyelesaian struktur dasar dan diharapkan terlihat bentuk fisik pabriknya pada akhir 2024, seiring alat-alat utama yang telah berada di lokasi.
Refinery kedua ini dilengkapi dengan teknologi canggih yang mampu mengolah CPO berkualitas rendah sekalipun, yang memberikan peluang bagi CBUT untuk menghemat biaya bahan baku dengan membeli CPO diskon dari produsen lain. Dengan kemampuan ini, CBUT tak hanya meningkatkan efisiensi produksi, tetapi juga mendukung komitmen berkelanjutan karena produk mereka telah bersertifikasi Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO), membuka akses pasar yang lebih luas di Eropa.
Industri Kelapa Sawit Nasional Hadapi Tantangan Global
Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) menyatakan bahwa industri sawit nasional menghadapi berbagai tantangan eksternal dan internal sepanjang 2024. Salah satu tantangan utama adalah kebijakan Deforestasi Uni Eropa (European Union Deforestation Regulation/EUDR), yang dinilai berpotensi memberi dampak besar bagi petani sawit di Indonesia yang menyumbang 41 persen dari produksi global. Di samping itu, tantangan geopolitik dan kampanye negatif mengenai keberlanjutan rantai pasok di pasar Eropa dan Timur Tengah turut membebani.
Ekspansi ke Pasar Minyak Goreng Premium
Related News
JAST Dukung Penguatan Layanan 112, Kunci Kolaborasi Indonesia-Korsel
Indeks LQ45 Terperosok, Efek Rebalancing MSCI?
Siloam Hospitals (SILO) Tunda Pembagian Dividen, Ini Alasannya
Indocement (INTP) Ganti Direktur Anak Usaha PT Indomix Perkasa
Perjalanan Alfamart (AMRT) Milik Djoko Susanto, Hingga Didepak MSCI
Emiten Grup Djarum Blibli Minta Restu Terbitkan 9,5 Miliar Saham Baru





