EmitenNews.com - Citi Indonesia (Citibank) ikut andil dalam penerbitan obligasi global perdana senilai USD1,5 miliar untuk PT Danantara Investment Management. Jika dirupiahkan, jumlah itu setara dengan Rp26,67 triliun dengan asumsi kurs Rp17.779 per hari ini.

Penerbitan itu disambut antusias oleh pasar internasional mengalami oversubscribed hampir tiga kali lipat, di mana Citibank berperan sebagai joint lead manager dan bookrunner.

“Kita sudah lihat bahwa very good result, pertama 1,5, dan kalau gak salah itu oversubscriberd hingga 4,4 miliar,” ujar CEO Citi Indonesia, Batara Sianturi kala jumpa pers di Jakarta, Kamis (20/8).

Batara menjelaskan, capaian itu tak lepas dari peran Citibank sebagai join lead manager yang memanfaatkan jaringan global di lebih dari 90 negara. Jaringan tersebut memberikan akses luas ke basis investor institusional di kawasan Amerika Utara, Eropa, hingga Asia.

Di samping itu, Citi juga ikut andil sebagai mandated lead arranger untuk sindikasi pinjaman 3 tahun senilai USD1 miliar untuk PT Danantara Investment Management

“Selama semester pertama 2026, dengan memanfaatkan jaringan global Citi, kami terlibat dalam beberapa transaksi yang menunjukkan luasnya kapabilitas corporate banking,” tutur Batara.

Capaian itu pun tercermin dari lini bisnis Citi yang mencatat pertumbuhan pada kuartal II 2026. Hal tersebut ditopang oleh meningkatnya saldo rata-rata sebesar 16 persen dan penigkatan pemakaian kartu komersial sebesar 254 persen.

Sedangkan secara keseluruhan, Citi mengemas laba bersih sebesar Rp994 miliar di kuartal II 2026. Dana Pihak Ketiga tumbuh sebesar 23,29% secara tahunan menjadi Rp72,6 triliun,  didukung oleh pertumbuhan Giro yang meningkat sebesar 36,54% menjadi Rp60,4 triliun.  Hal ini turut mendorong rasio Low-Cost-Fund naik menjadi 83,23%, meningkat dari  75,16% pada periode yang sama tahun lalu. 

Dari sisi penyaluran kredit, Citi Indonesia mempertahankan momentum yang positif di  semester pertama tahun 2026. Kredit tumbuh sebesar 8,05% secara tahunan dan 11,05%  dari posisi akhir tahun 2025, mencapai Rp29,9 triliun.