EmitenNews.com - Maruarar Sirait menambah koleksi saham Wahana Interfood Nusantara (COCO). Itu ditunjukkan mantan politikus PDI Perjuangan tersebut dengan menjala 7.290.900 helai. Data kepemilikan saham pria biasa disapa Ara tersebut tersaji dalam struktur kepemilikan efek di atas 1 persen edisi April 2026. 

Menyusul tambahan itu, timbunan saham senator Gerindra tersebut tercatat menjadi 125.204.400 lembar alias 125,2 juta eksemplar setara dengan 3,52 persen. Mengalami lonjakan sekitar 0,21 persen dari periode sebelum transaksi dengan tabulasi 117,91 juta saham alias 3,31 persen. 

Sayangnya, sebagai pembantu presiden Prabowo, transaksi lelaki yang kini memangku jabatan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Kabinet Merah Putih rezim pemeritahan Prabowo-Gibran 2024-2029 tersebut tidak disertai data terperinci. Merujuk saham perseroan edisi Jumat, 8 Mei 2026 di level Rp338, transaksi akumulasi Ara bisa bernilai Rp2,46 miliar.

Akuisisi Momogi Group 

Tindakan menteri PKP dilatari sejumlah faktor. Misalnya, perseroan tengah melakukan sejumlah aksi korporasi. Pada 6 Mei 2026, COCO meneken Conditional Share Purchase Agreement (CSPA) atau perjanjian jual-beli bersyarat akuisisi saham dalam Sari Murni Abadi (Momogi Group). Berdasar CSPA itu, COCO atau dikenal dengan brand Win&Co Group akan mencaplok 99,99 persen saham Momogi Group setelah sejumlah kondisi prasyarat terpenuhi.

Momogi Group merupakan salah satu perusahaan terkemuka telah memperoleh top brand award di Indonesia selama 17 tahun berturut-turut, dan telah ekspansi ke Vietnam melalui integrasi Bibica Corporation dalam sektor makanan ringan dan konfeksioneri telah berpengalaman lebih dari dua dekade.

Momogi Group memiliki 2 fasilitas manufaktur di Jawa Timur, dan Jawa Barat, dan 2 fasilitas manufaktur di Vietnam melalui Bibica Corporation. Rencana akuisisi itu, dilakukan karena Momogi Group memiliki potensial sinergi, dan kesinambungan portofolio produk dengan Win&Co Group, distribusi dan jaringan akses internasional di sejumlah negara berkembang dengan pertumbuhan konsumsi tinggi di Asia, Timur Tengah, dan Afrika.

Mesin Pertumbuhan Baru

Direktur Utama Win&Co Group, Sugianto Soenario, menyebut aksi akuisisi Momogi Group merupakan langkah strategis dalam memperkuat fondasi pertumbuhan. "Melalui transaksi ini, Win&Co Group juga akan memperluas bisnis Perseroan menjadi food and ingredients dengan akses ke dua pasar dengan pertumbuhan konsumsi tercepat Asia Tenggara, yaitu Indonesia dan Vietnam,” ujar Sugianto.

Sebagai informasi, potensi industri makanan dan minuman, khususnya kawasan Asia Tenggara, menunjukkan prospek pertumbuhan positif beberapa tahun ke depan. Berdasar data Statista, pasar makanan ringan Asia Tenggara diproyeksi tumbuh dengan compound annual growth rate (CAGR) sekitar 6–8 persen hingga 2030, didorong pertumbuhan kelas menengah, urbanisasi, dan peningkatan konsumsi produk makanan praktis.