Daftar Saham HSC Bertambah, Total Ada 81!
:
0
Daftar saham HSC atau high shareholding concentration kembali bertambah usai BEI mengumumkan TFCO sebagai anggota baru. Foto: IDX
EmitenNews.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mengumumkan saham yang terindikasi dimiliki oleh segelintir pihak. Hal itu terungkap melalui pengumuman kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi pada 20 Oktober 2026.
Dalam pengumuman itu, BEI menetapkan PT Tifico Fiber Indonesia Tbk (TFCO) sebagai salah satu saham HSC atau high shareholding concentratioan. Artinya, saham TFCO terkena indikasi kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi oleh BEI.
Berdasarkan metodologi penentuan saham HSC milik BEI, per 15 Oktober 2026 saham TFCO dimiliki oleh sejumlah tertentu pemegang saham yang secara agregat menguasai 99,70%.
“Berdasarkan metodologi penentuan Kepemilikan Saham Terkonsentrasi Tinggi (High Shareholding Concentration) atas struktur kepemilikan Saham dalam bentuk Warkat dan Tanpa Warkat per tanggal 15 Oktober 2026, Saham Perseroan dimiliki oleh sejumlah tertentu pemegang saham yang secara agregat menguasai 99,70% dari total Saham dalam bentuk Warkat dan Tanpa Warkat TFCO,” tulis BEI.
Kendati tidak serta merta ada pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan dan ketentuan yang berlaku di bidang pasar modal oleh emiten terkait, BEI sebut itu dapat jadi pintu masuk penelusuran lebih lanjut.
Direktur Pengembangan BEI, Iding Pardi menegaskan hal tersebut, Selasa (20/10) kemarin.
“Saham HSC tidak menunjukkan adanya pelanggaran. Tapi dapat dijadikan informasi awal untuk diteliti dan dilakukan pengawasan lebih jauh,” kata Iding kala dihubungi EmitenNews, Selasa (20/10).
Saham HSC yang Dikeluarkan dari IHSG Bertambah
Alhasil, setelah diumumkannya satu saham HSC lainnya, jumlahnya kini menyentuh angka 81 banyaknya.
Sebanyak itu pula saham HSC yang akan dikeluarkan oleh BEI. Selaras dengan inisiatif baru yang telah digaungkan Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik Senin (19/10) lalu.
Related News
IHSG Bergerak Labil, Sempat Dibuka ke 5.300 Lalu Berlanjut Anjlok
Butuh 20 GW, Pemerintah Sinkronkan Data Center dan Pasokan Energi
IHSG Makin Kinclong, Serap Saham-saham Berikut
Pasca IHSG Menguat 5 Persen, Cermati Saham-Saham Ini
Investor Pelototi BI Rate
SGX Interogasi 7 Emiten Agribisnis Terkait Karhutla di Indonesia





