EmitenNews.com - Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) merilis daftar kepemilikan saham terbaru per 31 Maret 2026. Salah satu investor kawakan, Lo Kheng Hong terlihat menambah jumlah kepemilikan asetnya pada beberapa saham.

Portofolio saham Lo Kheng Hong tersebar di 13 emiten dengan nilai pasar mencapai sekitar Rp1,83 triliun, mengacu pada harga penutupan Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (10/4/2026).

Pada kelompok saham dengan kepemilikan di atas 5 persen, saham Intiland Development (DILD) menjadi yang terbesar dengan porsi 6,79 persen atau setara 704.138.100 saham. Dengan harga Rp125 per saham, nilai pasar kepemilikan ini mencapai Rp88,01 miliar. Disusul Global Mediacom (BMTR) sebesar 6,44 persen atau 1.067.633.500 saham senilai Rp158,01 miliar.

Selanjutnya, Gajah Tunggal (GJTL) tercatat 6,26 persen atau 218.032.800 saham dengan nilai pasar sekitar Rp246,38 miliar. Kemudian ABM Investama (ABMM) sebesar 5,64 persen atau 155.382.400 saham dengan nilai sekitar Rp478,58 miliar, dan Salim Ivomas Pratama (SIMP) sebesar 5,03 persen atau 779.207.000 saham dengan nilai pasar terbesar mencapai Rp518,17 miliar.

Pada kelompok kepemilikan saham di bawah 5 persen, saham Ramayana Lestari Sentosa (RALS) tercatat 2,19 persen atau 155.351.700 saham dengan nilai sekitar Rp67,11 miliar. Kemudian Clipan Finance Indonesia (CFIN) sebesar 1,63 persen atau 64.941.100 saham dengan nilai Rp21,82 miliar.

Sementara itu, Bekasi Fajar Industrial Estate (BEST) tercatat sebesar 1,34 persen atau 129.590.000 saham dengan nilai Rp13,47 miliar. PT PP London Sumatra Indonesia (LSIP) sebesar 1,31 persen atau 89.044.700 saham dengan nilai Rp128,22 miliar.

Adapun saham Polychem Indonesia (ADMG) sebesar 1,29 persen atau 50.318.100 saham dengan nilai Rp10,06 miliar. PT Malindo Feedmill (MAIN) sebesar 1,24 persen atau 27.656.600 saham dengan nilai Rp28,90 miliar, dan PT Paninvest (PNIN) sebesar 1,23 persen atau 50.195.750 saham senilai Rp38,65 miliar.

Di sisi lain, PT Sri Rejeki Isman (SRIL) tercatat 1,02 persen atau 209.339.500 saham dengan nilai pasar sekitar Rp31 miliar, mengacu pada harga terakhir karena saham tersebut masih dalam kondisi suspensi.

Kalau dibanding posisi Februari 2026, ada sejumlah perubahan pada portofolio tersebut. Kepemilikan pada saham DILD meningkat dari 696.038.100 saham menjadi 704.138.100 helai. Begitu juga pada saham GJTL naik dari 209.898.500 saham menjadi 218.032.800 lembar, dan BEST meningkat dari 111.862.800 lembar menjadi 129.590.000 saham.

Selain itu, ABMM dan RALS juga tercatat mengalami kenaikan tipis dari periode sebelumnya. Sementara itu, beberapa saham lain seperti ADMG, MAIN, PNIN, dan SRIL cenderung stagnan.

Dari sisi nilai pasar, sejumlah saham mengalami peningkatan seiring kenaikan harga. GJTL misalnya naik dari sekitar Rp225 miliar menjadi Rp246 miliar, BMTR dari Rp140 miliar menjadi Rp158 miliar, serta SIMP dari Rp464 miliar menjadi Rp518 miliar. (*)