Dapat Mandat, MNC Asia (BHIT) Private Placement 8,6 Miliar Saham
:
0
Gedung MNC Tower berdiri tegak di Kebon Sirih, Jakarta. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - MNC Asia Holding (BHIT) bersiap menjajakan private placement 8.606.815.670 helai alias 8,6 miliar lembar. Saham baru itu sekitar 10 persen dari seluruh modal disetor dalam perseroan. Penerbitan saham anyar itu, dibalut dengan nilai nominal Rp100.
Rencana itu, telah memperoleh persetujuan dari para investor. Ya, stempel dari para pemodal tersebut didapat melalui rapat umum pemegang saham luar biasa pada 26 Juni 2024 pukul 14.00 WIB di iNews Tower Lantai 3, Kebon Sirih, Jakarta.
Dana hasil penerbitan private placement setelah dikurangi dengan biaya-biaya emisi, akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan, dan keuangan, termasuk namun tidak terbatas pada pemenuhan kebutuhan modal kerja, pembelian aset, melakukan akuisisi perusahaan lain, dan melakukan pembayaran utang.
Penggunaan dana dapat berubah, dan disesuaikan dengan kebutuhan dana perseroan pada saat pelaksanaan private placement, dengan cara direksi akan mengusulkan kepada dewan komisaris, untuk mendapatkan persetujuan dewan komisaris. Hajatan itu, akan menggerus kepemilikan saham pemodal lawas maksimal 9,09 persen.
Emiten Hary Tanoesoedibjo tersebut berharap private placement meningkatkan struktur permodalan dan keuangan, termasuk namun tidak terbatas pada pemenuhan kebutuhan modal kerja perseroan. Jumlah saham beredar akan bertambah, sehingga meningkatkan likuiditas perdagangan saham perseroan.
Selain itu, perseroan dapat mengundang investor-investor strategis yang berminat menginvestasikan modalnya dalam perseroan agar dapat memberikan nilai tambah bagi kinerja perseroan. Sayangnya, belum ada investor strategis untuk menyerap saham baru tersebut. Rencana itu, akan digeber setelah mendapat persetujuan dari para investor. (*)
Related News
Usai 9 Hari Disuspensi, Saham CTTH Dibuka BEI Langsung ARB 9,9 Persen
Lima Saham Kompak Masuk Radar UMA BEI, Ada RLCO dan PYFA
IHSG Turun Gunung, Saham Teknologi dan Ritel Tertekan
Laba Drop 83 Persen, BIPI Berlumur Defisit USD192,83 Juta
LFLO Pastikan Bagi Dividen Tunai, Ini Besarannya
Melejit 43,84 Persen, April BTN Catat Laba Konsolidasi Rp1,45 Triliun





