Darurat Energi, Filipina Rogoh 20 Miliar Peso Untuk Tambah BBM
:
0
Konflik Timur Tengah yang dipicu serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran menyeret Filipina dalam kondisi darurat energi.(Foto: FB/Rappler)
EmitenNews.com - Konflik Timur Tengah yang dipicu serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran menyeret Filipina dalam kondisi darurat energi. Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. pun memerintahkan pencairan dana darurat sebesar 20 miliar peso untuk menambah cadangan bahan bakar di tengah krisis minyak global.
Seperti dilaporkan Philippine News Agency (PNA), Rabu (25/3) pengucuran dana darurat sebesar 20 miliar peso atau sekitar USD333 juta itu akan disalurkan ke Kementerian Energi Filipina melalui Special Allotment Release Order dan Notice of Cash Allocation. Anggaran tersebut bersumber dari Malampaya Gas Fund dalam Special Account in the General Fund.
Dana itu akan digunakan untuk menjalankan Program Darurat Keamanan Energi guna menjamin ketersediaan BBM, mencegah kekurangan pasokan, dan meredam dampak gejolak harga minyak global. Pemerintah akan memakainya untuk pengadaan strategis solar, bensin, dan LPG demi menambah cadangan nasional, menstabilkan harga di SPBU, dan menjaga layanan penting tetap berjalan.
Program ini akan dijalankan Philippine National Oil Company–Exploration Corp. (PNOC-EC), yang disebut telah memulai pengadaan untuk segera menambah pasokan domestik. Langkah itu diambil di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang mengganggu produksi dan distribusi minyak global.
Sehari sebelumnya, Marcos menandatangani Executive Order 110 yang menetapkan darurat energi nasional selama satu tahun untuk menstabilkan sektor energi Filipina.
Pelaksana tugas Menteri Anggaran Rolando Toledo, masih dari PNA, mengatakan pemerintah ingin memastikan bahan bakar tetap tersedia, harga tetap terkendali, dan layanan penting tidak terganggu. Menurutnya, setiap peso yang dicairkan ditujukan untuk menjaga ekonomi tetap bergerak, distribusi barang tetap lancar, dan layanan publik tetap berjalan.(*)
Related News
Garap Blok Tuna, Perusahaan Migas Rusia Zarubezhneft Siap Juni
Hadirkan Sahabat Berkahmu, BCA Syariah Catat Total Aset Rp19,9 Triliun
OCBC Perluas Layanan Finansial Lewat Akuisisi Wealth Management HSBC
Baru Seminggu Tembus 7.000, Hari ini Indeks Kospi 'Taklukkan' 8.000
Rupiah Pagi ini Sempat Tembus Rp17.600 per Dolar AS
Dividen BUMN Perkuat Tulang Punggung Ekonomi Nasional





