EmitenNews.com - Memasuki Semester I tahun 2026, PT Puradelta Lestari Tbk. (DMAS) membukukan prapenjualan sebesar Rp1,15 triliun. Pencapaian tersebut setara 55% dari target yang dipatok perseroan sebesar Rp2,08 triliun di sepanjang 2026.

Dalam Public Expose Live 2026, Senin (7/9/2026), Direktur dan Sekretaris Perusahaan Puradelta Lestari, Tondy Suwanto, mengatakan realisasi prapenjualan pada paruh pertama tahun ini terutama ditopang oleh sektor industri, dengan permintaan terbesar berasal dari bisnis data center.

"Prapenjualan perseroan pada semester pertama tahun 2026 telah mencapai 55 persen dari target tahun ini," ujar Tondy Suwanto.

Pencapaian prapenjualan pada semester I-2026 menjadi salah satu indikator perkembangan bisnis DMAS di tengah meningkatnya kebutuhan lahan industri berbasis teknologi, terutama untuk pengembangan data center.

Dengan realisasi sebesar Rp1,15 triliun, perseroan masih memiliki ruang untuk mengejar sisa target prapenjualan hingga akhir 2026.

Permintaan Lahan Industri Mencapai 85 Hektare

Hingga semester I-2026, permintaan lahan industri yang diterima emiten pengembang properti, dan kawasan industri terpadu itu, mencapai 85 hektare. Sekitar 75% dari total permintaan tersebut berasal dari sektor data center.

Tingginya minat dari sektor data center tidak terlepas dari dukungan fasilitas dan infrastruktur yang tersedia di kawasan industri perseroan. 

Infrastruktur tersebut antara lain mencakup pasokan listrik dengan layanan premium, jaringan serat optik dengan tingkat redundansi yang andal, serta sistem looping untuk menjaga ketersediaan air bersih dan air daur ulang.

Menariknya lagi, DMAS juga menyediakan pusat komando data dan keamanan guna mendukung kelancaran operasional kawasan.