Dolar AS Menguat, Rupiah Senin Pagi ini Melemah 12 Poin
:
0
Uang rupiah dan dolar AS. (Foto : Dok)
EmitenNews.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS tercatat melemah pada perdagangan awal pekan, Senin (19/10). Hingga pukul 10.00 WIB, rupiah berada di level Rp18.046 per dolar AS berdasarkan data konversi real time Google.
Posisi tersebut menunjukkan pelemahan sebesar 12 poin atau terkoreksi sekitar 0,07 persen dibandingkan posisi penutupan pasar pada Jumat (16/10) akhir pekan lalu yang berada di level Rp18.034 per dolar AS. Pada pembukaan perdagangan Senin pagi, mata uang Garuda sempat dibuka melemah langsung di level Rp18.046 per dolar AS.
Sementara itu, acuan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia tercatat berada di level Rp18.052 per dolar AS pada penutupan sesi perdagangan kerja sebelumnya, Jumat (16/10).
Pelemahan nilai tukar rupiah pada pagi hari ini dipengaruhi oleh kombinasi faktor eksternal dan domestik. Dari sisi global, ketegangan geopolitik yang memanas di kawasan Timur Tengah dan Eropa Timur terus mendorong permintaan investor terhadap aset aman (safe haven) berdenominasi dolar AS, sehingga memicu penguatan indeks dolar AS terhadap mata uang kawasan Asia.
Dari dalam negeri, tekanan terhadap rupiah dipicu oleh kehati-hatian pelaku pasar yang mencermati fluktuasi harga energi global akibat gangguan jalur pasokan minyak. Kenaikan harga energi berisiko menambah beban inflasi impor (imported inflation) serta beban subsidi energi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Pergerakan nilai tukar rupiah yang menembus level Rp18.000 per dolar AS menjadi perhatian utama para pelaku pasar modal dan industri nasional. Fluktuasi kurs ini berdampak langsung pada biaya impor bahan baku manufaktur serta biaya pembayaran kewajiban utang luar negeri berdenominasi valuta asing.(*)
Related News
Produksi Industri Dan Penjualan Ritel China Catat Rekor
Spekulasi Kenaikan Bunga Fed Reda, Emas Dunia Dan Antam Menguat
Indeks KOSPI Turun ke 5.660 Tertekan Sentimen Chip AI
Euro Melemah Tertekan Gelombang Protes Kekerasan di Eropa
Pasar Saham AS Bangkit Menjelang Rilis Kinerja Emiten
Harga Minyak Turun Tipis ke USD101 Meski Konflik Global Memanas





