Dua Bos Besar Wilmar Cahaya (CEKA) Kompak Resign Usai Laba 2025 Jeblok
:
0
Presiden Direktur Wilmar Cahaya Indonesia (CEKA) Erry Tjuatja dan Presiden Komisaris Darwin Indigo
EmitenNews.com - PT Wilmar Cahaya Indonesia Tbk (CEKA) menghadapi perubahan manajemen setelah menerima pengunduran diri Presiden Direktur Erry Tjuatja pada 5 Mei 2026.
Perseroan menyampaikan bahwa keputusan tersebut akan dimintakan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang dijadwalkan berlangsung pada 11 Juni 2026. Erry telah menjabat sebagai Presiden Direktur sejak Mei 2017.
Sebelumnya dalam keterbukaan informasi, manajemen CEKA juga menyatakan telah menerima pengunduran diri Presiden Komisaris Darwin Indigo pada 21 April 2026. Sama seperti pengunduran diri direksi, keputusan final akan ditentukan dalam RUPS mendatang.
Di tengah perubahan manajemen, kinerja keuangan CEKA pada 2025 menunjukkan dinamika. Dikutip dari Buku Laporan Tahunan 2025 yang disampaikan manajemen CEKA ke Bursa Efek Indonesia, diketahui Perseroan mencatatkan pendapatan sebesar Rp9,73 triliun, tumbuh 21,62% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp8 triliun.
Laba Bersih 2025 Anjlok 40,11%
Namun demikian, laba bersih justru mengalami penurunan signifikan sebesar 40,11% menjadi Rp194,59 miliar dari Rp324,94 miliar pada 2024. Penurunan ini mencerminkan tekanan industri pengolahan minyak nabati yang dipengaruhi fluktuasi harga komoditas serta kenaikan biaya operasional global.
Memasuki 2026, manajemen melihat prospek industri minyak kelapa sawit dan turunannya masih menjanjikan, didorong oleh permintaan domestik yang kuat serta kebutuhan bahan baku industri yang terus meningkat.
Targetkan Pemulihan Profitabilitas di 2026
Perseroan menargetkan laba sebelum pajak sebesar Rp268,16 miliar pada 2026 sebagai bagian dari upaya pemulihan profitabilitas, dengan strategi peningkatan volume produksi, penguatan produk bernilai tambah, serta efisiensi biaya operasional.
Harga Saham Merosot
Related News
Sahamnya Masih Digembok, Fajar Surya Wisesa (FASW) Sasar Usaha Baru
Kinerja Kuartal I ATLA, Laba Tergerus Hingga 40 Persen
Emiten Prajogo (BRPT) Cetak Rekor, EBITDA Kuartal I Melejit 288 Persen
Saham 12 Kali ARA Beruntun dan 2 Saham FCA Ini Dikunci BEI, Ada Apa?
AEP Nusa Caplok 98,26 Persen Saham PNGO, Sinyal Backdoor Listing?
Laba CBDK Melesat, Capai 317 Persen Q1 2026





