Dukung Program 3 Juta Rumah, Emiten Semen BUMN (SMGR) Perkuat Inovasi
:
0
Direktur Utama SIG, Indrieffouny Indra (kanan) memberikan penjelasan kepada Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait (kiri) dan CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani (tengah) mengenai inovasi bahan bangunan di Danantara Housing Expo 2026 di NICE, PIK 2, Jakarta, Kamis (27/8/2026).
EmitenNews.com - Upaya mempercepat program pembangunan tiga juta rumah mendorong kebutuhan kolaborasi lintas sektor, mulai dari industri bahan bangunan, pengembang, kontraktor hingga lembaga pembiayaan. Ekosistem tersebut dinilai penting untuk memperluas akses masyarakat terhadap hunian yang layak dan terjangkau.
CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani mengatakan kolaborasi tersebut diperlukan untuk membangun ekosistem perumahan yang terintegrasi, sekaligus mendorong ketersediaan hunian dengan harga yang dapat dijangkau masyarakat.
“Danantara Housing Expo 2026 merupakan wujud dukungan Danantara Indonesia bersama seluruh ekosistem BUMN terhadap program 3 juta rumah yang menjadi program prioritas Presiden Prabowo,” kata Rosan saat pembukaan Danantara Housing Expo 2026 di NICE, PIK 2, Kamis (27/8/2026).
Menurut Rosan, pengembangan ekosistem perumahan tidak hanya berkaitan dengan penyediaan rumah, tetapi juga akses terhadap bahan bangunan dan pembiayaan. Karena itu, sinergi antara BUMN Karya, perbankan Himbara, pelaku industri dan dunia usaha menjadi salah satu pendekatan yang ditempuh pemerintah.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait menyambut positif penyelenggaraan Danantara Housing Expo 2026 sebagai wadah yang mempertemukan masyarakat dengan pengembang, perbankan dan pelaku industri. Menurutnya, ketersediaan informasi mengenai pilihan hunian dan pembiayaan dapat membantu masyarakat menentukan rumah sesuai kebutuhan dan kemampuan.
Di sisi industri bahan bangunan, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) turut menjajaki dukungan terhadap program tersebut melalui pengembangan inovasi konstruksi. Salah satunya Bata Interlock Presisi yang dikembangkan sebagai alternatif dalam pembangunan hunian.
Direktur Utama Semen Indonesia Group (SIG) Indrieffouny Indra mengatakan inovasi bahan bangunan diperlukan untuk mendukung pembangunan rumah yang lebih cepat dan efisien, tanpa mengabaikan aspek kualitas serta keamanan bangunan.
Bata Interlock Presisi menggunakan mekanisme saling mengunci antarbalok dalam pemasangannya. Menurut perseroan, mekanisme tersebut dapat membantu efisiensi penggunaan material dan mempercepat proses konstruksi dibandingkan metode pemasangan konvensional.
Produk tersebut juga disebut memiliki karakteristik tahan api dan dirancang untuk menghasilkan struktur bangunan yang kokoh serta ramah gempa. Karakteristik tersebut membuka potensi penerapan pada pembangunan hunian di wilayah yang memiliki risiko bencana maupun kebutuhan pembangunan kembali pascabencana.
Bagi industri semen dan bahan bangunan, keterlibatan dalam program tiga juta rumah juga menunjukkan bahwa tantangan penyediaan hunian tidak hanya berada pada sisi jumlah pasokan, tetapi turut menyangkut efisiensi proses pembangunan dan pemilihan teknologi konstruksi.
Related News
Kasus Korupsi Tambang PT QSS di Kalbar, Kejagung Sita Aset Rp338,3M
Bank BSN Perkuat Kepedulian Kemanusiaan bagi Korban Gempa NTT
Operator Dilarang Hapus Sisa Kuota Internet, Ini Penegasan Menkomdigi
Putusan MK Soal Penetapan Status Bencana, BNPB Siap Jalankan
Astra Bangun 7 Posko Bantuan Masyarakat Terdampak Gempa di NTT
Tak Hanya Korupsi, Ada 13 Tindak Pidana Masuk RUU Perampasan Aset





