Emas Antam Merosot Rp50 Ribu Saat Pasar Tunggu The Fed
:
0
Emas Aneka Tambang (Antam)
EmitenNews.com - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami penurunan tajam sebesar Rp50.000 per gram pada perdagangan Rabu. Penurunan serupa juga terjadi pada harga jual kembali (buyback) yang merosot dengan nominal yang sama.
Berdasarkan data dari laman Logammulia.com pada hari ini harga emas Antam berada di level Rp2.645.000 per gram. Angka ini turun dibandingkan harga pada Selasa kemarin yang tercatat sebesar Rp2.695.000 per gram.
Sementara itu, harga buyback emas Antam pada Rabu berada di level Rp2.505.000 per gram, melorot dari posisi Selasa yang sebesar Rp2.555.000 per gram.
Di pasar internasional, harga emas spot sedikit menguat 0,2 persen menjadi USD4.342,33 per ons pada awal perdagangan Asia. Penguatan tipis ini terjadi seiring turunnya imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat dari level tertingginya, di saat para pelaku pasar menantikan rilis risalah pertemuan The Federal Reserve.
Namun, harga emas berjangka AS pengiriman Desember tercatat turun tipis 0,6 persen ke level USD4.396,30 per ons. Sentimen pasar global masih dibayangi kenaikan harga energi akibat konflik AS-Iran di Selat Hormuz yang dapat memperkuat argumen kenaikan suku bunga untuk meredam inflasi.
Bagi masyarakat dan investor di Indonesia, penurunan harga emas Antam ini kerap dimanfaatkan sebagai momentum untuk melakukan pembelian secara bertahap. Di sisi lain, penurunan harga buyback perlu dicermati oleh pemilik emas yang berencana melakukan pencairan dana dalam jangka pendek.
Berikut rincian emas Antam hari ini:
Pecahan 1 gram Rp2.645.000
Pecahan 5 gram Rp13.000.000
Pecahan 10 gram Rp25.945.000
Pecahan 25 gram Rp64.737.000
Pecahan 50 gram Rp129.395.000
Pecahan 100 gram Rp258.712.000
Pecahan 250 gram Rp646.515.000
Pecahan 500 gram Rp1.295.820.000
Pecahan 1.000 gram Rp2.585.600.000.(*)
Related News
Sektor Teknologi Loyo, Indeks Hang Seng dan Shanghai Merosot
KAI Lunasi Bunga Obligasi dan Sukuk Rp34,8 Miliar
Emas Anjlok ke Bawah USD4.350 Tertekan Obligasi Global
Kebuntuan AS-Iran Dorong Brent Melambung di Atas USD91
Investor Wait and See Risalah Fed dan Laporan Keuangan Peritel
SBN dan SRBI Laris, Utang LN Triwulan II 2026 Naik 4,4%





