Emas Global Stagnan, Emas Antam Justru Naik Rp10.000
:
0
Emas batangan Aneka Tambang (Antam)
EmitenNews.com - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mencatatkan kenaikan sebesar Rp10.000 per gram pada Rabu (7/10), di tengah pergerakan harga emas global yang cenderung stagnan menjelang rilis risalah rapat Federal Reserve AS.
Berdasarkan data resmi logammulia.com pada Rabu (7/10), harga emas Antam menguat ke level Rp2.580.000 per gram dari posisi Selasa (6/10) sebesar Rp2.570.000 per gram.
Kenaikan lebih tinggi terjadi pada harga jual kembali (buyback) yang melonjak Rp15.000 per gram menjadi Rp2.391.000 per gram dibandingkan hari sebelumnya di level Rp2.376.000 per gram.
Di pasar internasional, laporan Reuters mencatat harga emas spot bergerak datar di kisaran USD4.159,62 per ons pada pukul 00.38 GMT. Sementara itu, harga emas berjangka AS pengiriman Desember tertahan di angka USD4.187,30 per ons.
Pasar saat ini fokus menantikan rilis risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) bulan September guna membaca arah kebijakan moneter AS selanjutnya.
Presiden The Fed San Francisco Mary Daly menyatakan dukungannya terhadap kenaikan suku bunga bulan September di tengah meningkatnya risiko inflasi, namun menegaskan bahwa langkah lanjutan bergantung pada perkembangan guncangan inflasi.
"Langkah lanjutan sangat bergantung pada apakah guncangan yang mendorong kenaikan inflasi tersebut akan mereda atau justru semakin memburuk," ujar Daly.
Sementara itu, Presiden The Fed Kansas City Jeff Schmid menyampaikan pandangan senada terkait perlunya pengetatan moneter.
"The Fed masih perlu menaikkan suku bunga acuannya lebih lanjut guna menurunkan inflasi, meskipun imbal hasil obligasi jangka panjang yang lebih tinggi memberikan tekanan pada aktivitas di sejumlah sektor ekonomi," tutur Schmid.
Data ekonomi AS yang melemah belakangan ini telah menekan ekspektasi kenaikan suku bunga pada Oktober 2026, meski pelaku pasar masih memperhitungkan peluang sebesar 85 persen untuk kenaikan pada Desember 2026. Di sisi lain, peserta pertemuan tahunan London Bullion Market Association di Sorrento, Italia, memproyeksikan harga emas berpotensi menembus USD5.013 per troy ounce dalam 12 bulan ke depan.
Related News
Rupiah Pagi ini Menguat 11 Poin, Jauhi Level Rp18.000
Minyak Pulih, Harga Emas Turun Dekati USD4.150 Per Ons
Saham Chip Dorong S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor Baru
Eskalasi Konflik Teluk Persia Katrol Harga Minyak Mentah Dunia
IMF Warning Peran Hedge Fund yang Kian Besar
Nasdaq dan S&P 500 Catat Rekor Tertinggi Sepanjang Masa





