EmitenNews.com - PT Tifico Fiber Indonesia (TFCO) menjawab sejumlah permintaan penjelasan bursa pada Kamis (22/10).

Melalui keterbukaan informasi, TFCO memberikan penjelasan terkait kinerja keuangan terakhir, kegiatan bisnis perseroan hingga terkait pergerakan harga saham.

Direktur TFCO, Sugito Budiono menerangkan berdasarkan laporan keuangan per 30 Juni 2026, TFCO mengemas pendapatan USD97,3 juta, laba bruto perseroan sebesar USD4,3 juta, dan laba mencapai USD3,2 juta.

Dari sisi neraca, total aset TFCO tercatat sebesar USD344 juta, total liabilitas sebesar USD28,7 juta, dan total ekuitas sebesar USD315 juta.

“Setelah periode Laporan Keuangan per 30 Juni 2026, tidak terdapat perolehan kontrak baru, sumber pendapatan baru, maupun transaksi material lainnya yang belum diungkapkan Perseroan,” terang Sugito, dikutip Jumat (23/10).

Kala ditanyakan terkait perkembangan kegiatan bisnis, Sugito menjawab bahwa perseroan tetap menjalankan kegiatan usaha utamanya di bidang industri polyester, yang meliputi produksi dan penjualan Polyester Staple Fiber, Polyester Filament Yarn, Polyester Chip, serta produk RCL.

“Kegiatan operasional Perseroan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi permintaan pasar, tingkat persaingan, biaya bahan baku dan energi, serta efisiensi produksi,” katanya.

Selain itu, Perseroan juga merencanakan pengembangan kegiatan usaha baru di bidang properti, sebagaimana telah disampaikan dalam RUPST bulan Juni 2026 yang lalu dan telah memperoleh persetujuan pemegang saham.

Rencana pengembangan tersebut akan dilakukan melalui pemanfaatan aset tanah milik Perseroan yang berlokasi Surabaya sebagai bagian dari upaya optimalisasi aset dan diversifikasi kegiatan usaha Perseroan.

Lalu, kala ditanyai perihal pergerakan harga saham, Sugit mencermati adanya pergerakan harga saham Perseroan di Bursa Efek Indonesia. Namun demikian, tidak mengetahui secara pasti penyebab spesifik dari pergerakan harga saham Perseroan baru-baru ini.