ENRG Targetkan Investasi di Emiten NASDAQ HighPeak Rampung Akhir 2026
:
0
Karyawan PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) sedang beraktivitas di area perusahaan. Foto: Energi Mega Persada
EmitenNews.com - PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) terus berupaya meningkatkan pertumbuhan bisnis dengan mengakuisisi aset-aset baru baik di dalam maupun di luar negeri. Saat ini salah satu yang menjadi prioritas ENRG menuntaskan akuisisi aset yang berada di luar negeri.
Dalam keterbukaan informasi ENRG yang dipublikasikan Bursa Efek Indonesia, Rabu (28/10/2026), transaksi investasi Perseroan di HighPeak Energy, Inc (“HighPeak”), perusahaan migas yang tercatat di NASDAQ, dan berlokasi di Texas, USA, diharapkan dapat diselesaikan sebelum akhir tahun ini.
“Perseroan berharap kolaborasi dengan HighPeak tersebut dapat menambah nilai bagi para pemegang saham Perseroan,” tulis keterbukaan informasi yang ditandangani Direktur Utama
PT Energi Mega Persada Tbk Syailendra S Bakrie dan Wakil Direktur Utama
Edoardus Ardianto.
Seperti diberitakan sebelumnya emiten Grup Bakrie ini resmi masuk ke jantung industri shale oil Amerika Serikat dengan investasi US$ 200 juta atau sekitar Rp3,6 triliun ke HighPeak Energy, Inc. (NASDAQ: HPK).
Transaksi dilakukan lewat pembelian saham preferen konversi yang baru diterbitkan HighPeak. Saham tersebut nantinya dapat dikonversi menjadi saham biasa sesuai mekanisme yang disepakati.
HighPeak sendiri berbasis di Fort Worth, Texas, dan fokus di Midland Basin, West Texas – bagian dari super-basin Permian. Per 6 bulan hingga 30 Juni 2026, produksinya tercatat 45.456 barel setara minyak per hari (BOEPD).
Direktur Utama & CEO ENRG, Syailendra S. Bakrie, menegaskan investasi ini adalah bagian dari strategi pertumbuhan dual-track: organik dan anorganik.
“Pertumbuhan EMP akan tetap berfokus pada kombinasi ekspansi organik dan anorganik. Kami akan terus berfokus untuk meningkatkan produksi dan mengoptimalkan nilai dari aset-aset yang kami operasikan saat ini, sekaligus secara disiplin mencari peluang pertumbuhan anorganik, baik di Indonesia maupun di pasar internasional,” ujar Syailendra, dalam keterangannya Selasa, (6/10/2026).
Wakil Direktur Utama & CFO ENRG, Edoardus Ardianto, menyebut nilai tambahnya bukan hanya finansial, tapi transfer pengetahuan.
“Kami berharap dapat memperoleh sinergi dalam bentuk transfer pengetahuan teknis maupun nilai tambah antara portofolio EMP yang ada dengan aset-aset HighPeak, terutama melalui exposure terhadap praktik operasional, teknologi dan kapabilitas di industri hulu Amerika Utara,” kata Edoardus.
Related News
SMSM Raih Dividen Nyaris Rp3M dari Entitas Anak Tokyo Radiator Selamat
Data 5,7 Juta Akun Pelanggan Dibobol, FORE Minta Maaf dan Lakukan Ini
CIMB Niaga (BNGA) Ungkap Perolehan Keuangan 9 Bulan Pertama 2026
Laba Indosat (ISAT) Melesat 37,2% Jadi Rp4,92 Triliun Hingga Q3 2026
Pendapatan Alfamidi (MIDI) Tumbuh 9 Persen, Laba Tembus Rp705 Miliar
Pendapatan Q3-2026 Jasa Armada (IPCM) Tembus Rp1,15 Triliun





