ETF Emas Meluncur, Wamenkeu Tekankan Pendalaman Pasar Modal
:
0
Peluncuran ETF di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI). Foto: EmitenNews
EmitenNews.com - Wakil Menteri Keuangan RI, Juda Agung menyebut minat investor terhadap ETF berbasis emas meningkat. Hal itu terlihag dari aset kelolaan ETF Emas Global memcapai USD559 miliar dengan kepemilikan emas mencapai 4.025 ton.
"Ini mencerminkan semakin pentingnya instrumen ini di dalam ekosistem investasi global," ujarnya kala peluncuran ETF Emas di Bursa Efek Indonesia, Senin (10/8).
Ia juga mengatakan kondisi fiskal Indonesia pada semester II-2026 ini tercatat tetap terjaga di tengah ketidakpastian ekonomi global. Penerimaan negara tumbuh stabil di kisaran 24 persen, dengan defisit fiskal yang terjaga aman di bawah batas 3 persen.
Kinerja pasar modal domestik juga menunjukkan tren positif. Selama semester I-2026, penghimpunan dana di pasar modal telah mencapai lebih dari Rp125 triliun dengan total basis investor menembus angka 28 juta.
"Pasar modal hadir sebagai katalis pertumbuhan ekonomi nasional. Oleh sebab itu kami kita harus mewujudkan pasar modal Indonesia yang dalam, yang likuid, dan juga tentu saja yang trustable dan kredibel sehingga dapat berperan secara optimal dalam memfasilitasi investasi dan mendukung target-target pertumbuhan ekonomi yang tinggi,” tuturnya.
Juda juga menekankan tiga hal penting berkaitan dengan pengembangan pasar modal ke depan. Pertama, perlunya melakukan pendalaman pasar modal. Hal itu dapat diimplementasikan melalui perluasan basis investor, menambah keragaman instrumennya, meningkatkan likuiditas serta memperkuat tata kelola pasar modal Indonesia.
"Peluncuran ETF emas hari ini juga merupakan salah satu langkah konkret dan bagian dari agenda tersebut," tambahnya.
Kedua, memperkuat ekosistem emas nasional, dengan memghunungkan kegiatan usaha bullion (bank emas) yang telah dirintis sejak 2023 dengan ekosistem pasar modal.
"Emas harus menjadi bagian dari penguatan ekosistem emas nasional. Kita telah memulai pengembangan kegiatan usaha bullion atau bank emas di Indonesia pada tahun 2023," tuturnya.
Ketiga, inovasi harus selalu berjalan bersama integritas. Karena menurutnya, ETF emas memiliki aset dasar berupa.rmas fisik, tata krlola, transparansi penyimpanan, valuasi hingga perlindingan investor menjadi kunci utama keberlanjutan produk tersebut.
Related News
Dugaan Pengkaplingan Laut Batam, DPR Minta Perizinan Diusut Tuntas
Hijaukan Lhokseumawe, BSN Tebar Kebaikan via Lilawangsa Run 2026
Beroperasi 26 Agustus, LRT Kelapa Gading-Manggarai 28 Menit
Kejar Target 100 GW, PLTS Akan Digarap Sepanjang Jalan Tol
Jasa Marga Pacu Tol Jogja-Solo ke Akses Bantul
Temukan 950 Dapur MBG Tak Layak, BGN Ancam Tutup





