EmitenNews.com - PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mencatatkan kenaikan pendapatan sebesar 15% menjadi Rp18,32 triliun pada 2025 berdasarkan laporan keuangan konsolidasian periode 31 Desember 2025. Pada periode yang sama tahun sebelumnya, pendapatan bersih Perseroan tercatat sebesar Rp15,89 triliun.

Seiring kenaikan pendapatan tersebut, perseroan juga mampu memangkas rugi yang diatribusikan ke pemilik entitas induk (rugi bersih) dari Rp5,15 triliun (rugi per saham: Rp4,8) pada 2024 menjadi Rp1,18 triliun (rugi per saham: Rp1,5) pada 2025.

Peningkatan pendapatan tersebut sejalan dengan meningkatnya jumlah Pengguna yang Bertransaksi Tahunan (ATU) Grup sebesar 24% Year on Year (YoY) menjadi 66 juta pengguna. GOTO juga mencatat EBITDA Grup yang disesuaikan mencapai Rp672 miliar atau naik 106% YoY pada Kuartal 4 2025 saja. Untuk setahun penuh, EBITDA Grup yang disesuaikan mencapai Rp2 triliun, melampaui sasaran Perseroan yang sebesar Rp1,8-1,9 triliun.

Selain itu, Perseroan juga membukukan arus kas bebas yang disesuaikan positif sebesar Rp748 miliar pada Kuartal 4, atau Rp966 miliar di sepanjang 2025.

Sementara, imbalan jasa e-commerce dari PT Tokopedia mencapai Rp193 miliar pada kuartal keempat, dan mencapai Rp820 miliar untuk setahun penuh.

Dari sisi operasional, GOTO mencatatkan nilai transaksi bruto atau gross transaction value (GTV) Inti Grup di sepanjang 2025 meningkat 49% YoY menjadi Rp400 triliun. Total GTV naik 32% menjadi Rp686 triliun untuk setahun penuh.

“Kami mencatatkan kinerja yang kuat di kuartal keempat dan selama tahun 2025, dengan GTV inti meningkat 49% secara tahunan dan EBITDA yang disesuaikan mencapai Rp2 triliun, melampaui pedoman yang telah kami tetapkan," ujar Hans Patuwo, Direktur Utama Grup GoTo, dalam keterangan resmi, Rabu (11/3/2026)

Ia menuturkan, pertumbuhan laba diperkirakan akan terus berlanjut di seluruh lini bisnis Financial Technology dan On-Demand Services sepanjang 2026. Untuk unit usaha On-Demand Services, kami memperkirakan pertumbuhan pendapatan yang lebih kuat pada paruh kedua tahun ini seiring peningkatan kemampuan kami dalam melayani segmen mass market dengan lebih baik.

“Untuk mewujudkannya, kami akan tetap fokus memberikan solusi nyata sesuai kebutuhan konsumen, baik di segmen affluent maupun mass market, sembari terus berinvestasi pada kapabilitas utama yang memungkinkan kami menghadirkan solusi tersebut,” katanya.

Simon Ho, Direktur Keuangan Grup GoTo, menambahkan: “Kinerja kami mencerminkan keberhasilan yang terus berlanjut dalam upaya mencetak pertumbuhan pendapatan (top-line) dan meningkatkan profitabilitas (bottom-line). Kami kembali mencetak rekor EBITDA Grup yang disesuaikan, ditopang oleh peningkatan pendapatan bersih, disiplin biaya, dan operating leverage yang positif.”

Perseroan, lanjut Simon, mencatatkan peningkatan arus kas bebas yang disesuaikan positif, sebuah indikasi yang jelas dari penguatan fundamental bisnis dan alokasi modal yang efektif. "Kinerja setahun penuh ini juga menjadi fondasi solid untuk pertumbuhan yang berkelanjutan dan profitabilitas seiring fokus kami menjalankan strategi di tahun 2026,” imbuhnya.