Gudang Garam (GGRM) Akui Bandara Dhoho Belum Kasih Cuan, Capex Distop
:
0
Gudang Garam (GGRM) Akui Bandara Dhoho Belum Kasih Cuan, Capex Distop di 2026. Foto: Dhoho/GGRM
EmitenNews.com - PT Gudang Garam Tbk (GGRM) mengakui bahwa Bandar Udara Dhoho Kediri belum memberikan kontribusi positif bagi perseroan.
Hal itu diungkapkan Direktur GGRM, Istata Taswin Siddharta kala Public Expose Live, Kamis lalu (10/9). Istata mengatakan bahwa Bandar Udara atau Bandara Dhoho Kediri di Jawa Timur merupakan proyek jangka panjang.
Kendati begitu, belum ada dampak positif terhadap kinerja perseroan hingga saat ini. Dikutip laman Kemenhub, Bandara Dhoho memiliki landasan pacu sepanjang 3.300 meter dan lebar 45 meter, sehingga mampu didarati oleh pesawat berjenis wide-body.
Adapun sejak soft launching pada 5 April 2024 lalu, bandara ini telah melayani lebih dari 20.000 penumpang, dengan 175 pergerakan pesawat.
“Bisa kita share di sini bahwa bandara ini (Dhoho) merupakan proyek jangka panjang. Sampai saat ini belum memberikan kontribusi positif buat perusahaan. Dan itu akan kami perkirakan tetap seperti itu buat beberapa tahun ke depan,” kata Istata, Kamis (10/9).
Karena itu, GGRM memutuskan tidak menggelontorkan belanja modal atau capex untuk Bandara Dhoho untuk tahun 2026. Tak hanya bandara, GGRM juga menyetop capex untuk operasional rokok baik untuk peningkatan produksi maupun pembelanjaan.
Meski begitu, GGRM masih menggelontorkan capex untuk pembangunan jalan tol yang digarap oleh anak usaha, yaitu PT Surya Sapta Agung Tol (SSAT). Jalan tol nantinya akan menghubungkan rute Kediri-Tulungagung di Jawa Timur.
Rencananya, GGRM akan menyuntikkan belanja modal untuk melanjutkan proyek Jalan Tol tersebut sekitar Rp1 hingga Rp2 triliun di 2026.
“Yang akan ada itu capex buat progres pembangunan jalan tol. Estimasi kami tahun ini sekitar antara satu hingga dua triliun,” tutur Istata.
Jadi Percontohan Skema Pemerintah dan Badan Usaha
Related News
Bank Jago (ARTO) Tegaskan Komitmen ini
Pasar Menggeliat, Penjualan Mobil Astra (ASII) Melenting 13 Persen
LAPD Mau Rights Issue dan Inbreng Saham, Minta Restu RUPSLB
VICI Tarik Pinjaman Rp270,65 Miliar, Alokasi Terbesar untuk ini
Rapor 1H26 Hijau, UVCR Mau Pacu Segmen B2B Makin Melesat
Laba dan Pendapatan Meledak, Saham INET Kian Seksi





