EmitenNews.com - PT Aman Agrindo Tbk (GULA) menegaskan komitmennya terhadap penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) secara berkelanjutan sepanjang tahun 2025. Komitmen tersebut tercermin melalui pencapaian kinerja keberlanjutan yang semakin solid, sekaligus menjadi fondasi strategis Perseroan dalam memperkuat kualitas bisnis dan menciptakan nilai tambah jangka panjang bagi para pemegang saham dan investor.

Dalam laporan keberlanjutan yang disampaikan bersama Annual Report tahun buku 2025, Perseroan menyatakan telah berhasil mencatatkan penurunan intensitas emisi gas rumah kaca (GRK) dari 7,87 tCO2e/ton pada tahun 2024 menjadi 7,53 tCO2e/ton pada tahun 2025. Capaian tersebut menunjukkan efektivitas langkah efisiensi dan pengelolaan operasional ramah lingkungan yang diterapkan Perseroan secara konsisten.

Di sektor lingkungan, emiten yang mengelola perkebunan tebu dan produksi gula ini juga terus meningkatkan produktivitas lahan dan kesuburan tanah melalui optimalisasi pemanfaatan sisa hasil panen tebu sebagai pupuk organik. Strategi tersebut membuat kegiatan operasional perusahaan semakin mendekati konsep zero waste karena limbah yang dihasilkan dapat kembali dimanfaatkan untuk mendukung aktivitas produksi.

Sedangkan pada aspek sosial, pihak GULA memperluas diversifikasi usaha melalui pembangunan pabrik gula merah sebagai bagian dari pengembangan produk dan peningkatan pelayanan kepada konsumen. Langkah ini juga diharapkan mampu memperluas kontribusi ekonomi Perseroan terhadap masyarakat sekitar, khususnya melalui penyerapan tenaga kerja lokal.

Di sisi ketenagakerjaan, GULA terus menerapkan prinsip kesetaraan dan transparansi dalam seluruh proses pengelolaan sumber daya manusia, mulai dari rekrutmen hingga promosi jabatan, berdasarkan kompetensi dan kualifikasi yang dibutuhkan perusahaan.

Sementara itu, dari aspek tata kelola perusahaan, implementasi Good Corporate Governance (GCG) berjalan optimal sepanjang 2025. Perusahaan mencatat tidak adanya laporan pelanggaran melalui sistem Whistleblowing System (WBS), baik terkait aspek lingkungan hidup maupun pengaduan masyarakat lainnya.

Memasuki tahun 2026, manajemen GULA menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk memperkuat implementasi ESG di seluruh lini operasional. Salah satu fokus utama adalah peningkatan efisiensi energi, khususnya setelah mulai beroperasinya pabrik gula merah Perseroan.

Selain itu, GULA juga akan memperkuat implementasi prinsip zero-waste dengan memanfaatkan limbah produksi seperti blotong sebagai pupuk organik, serta abu batu bata untuk campuran paving block dan bahan bangunan lainnya. Langkah tersebut diyakini mampu menciptakan efisiensi sekaligus meningkatkan nilai ekonomi dari limbah hasil produksi.

Komitmen perusahaan terhadap keberlanjutan juga tercermin melalui fokus pada pemberdayaan masyarakat sekitar dengan terus membuka peluang kerja bagi tenaga kerja lokal guna mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah operasional perusahaan.

Manajemen meyakini bahwa penerapan prinsip keberlanjutan secara konsisten akan menjadi katalis positif bagi pertumbuhan bisnis Perseroan dalam jangka panjang, sekaligus meningkatkan kepercayaan investor terhadap prospek dan fundamental perusahaan.