Harga Bawang Putih Naik, Daging Ayam Turun di Pekan Kedua September

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat harga bawang putih naik tipis, sementara harga daging ayam ras turun pada pekan kedua September
EmitenNews.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat harga bawang putih naik tipis, sementara harga daging ayam ras turun pada pekan kedua September dibanding Agustus 2024.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini menyebut kenaikan harga bawang putih ini dibarengi dengan meningkatnya jumlah daerah yang mengalaminya.
"Jumlah daerah yang mengalami kenaikan bertambah. Bila dibanding pekan sebelumnya," jelas Pudji dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Mingguan di Jakarta, Selasa (17/9/2024).
IA merinci harga rata-rata nasional bawang putih di pekan kedua September sebesar Rp40.988 per kilogram. Sedangkan harga di pekan sebelumnya Rp40.984 per kilogram.
Sementara jumlah daerah yang mengalami kenaikan harga bawang putih ada sebanyak 101 daerah. Jumlah tersebut meningkat dibanding pekan sebelumnya yang terdapat 97 kabupaten dan kota.
Lebih lanjut Ia mengatakan pengendalian harga bawang puth harus terus dilakukan. Sehingga harganya tidak terus mengalami kenaikan.
Berbeda dengan bawang putih, BPS mencatat harga daging ayam ras turun di pekan kedua September dibanding Agustus lalu. Harga di pekan kedua September Rp36.135 per kilogram, sedangkan harga rata-rata di bulan lalu Rp36.330 per kilogram.
Pudji merinci harga rata-rata nasional daging ayam ras saat ini turun hingga 0,53 persen dibanding Agustus. Adapun Harga Acuan Pemerintah (HAP) untuk komoditas ini berkisar di angka Rp36.750 hingga Rp40 ribu per kilogram.
Ia menyebut penurunan harga daging ayam ras terjadi di 46,11 persen wilayah Indonesia. Sedangkan jumlah daerah yang mengalami kenaikan harga komoditas ini di pekan kedua September ada sebanyak 107 kabupaten dan kota.
Ia mengatakan, pengendalian harga dagin ayam ras harus terus dilakukan. Sehingga, harga tetap terjangkau oleh masyarakat dan peternak juga mendapatkan harga jual yang wajar.(*)
Related News

Mau Bebas Sanksi? Lapor SPT Pajak Hingga 11 April 2025

UMKM BRI Bawa Minyak Telon Lokal Tembus Pasar Internasional

Indonesia Siapkan Langkah Strategis Respons Tarif Resiprokal AS

PTPP Hadirkan Inovasi dan Keunikan Pembangunan Terowongan di Samarinda

Balas Indonesia dengan Tarif Impor 32 Persen, Ini Alasan Trump

Hadapi Aksi Trump, Ekonom Ini Sarankan RI Evaluasi Kebijakan Dagang