IHSG Awal Pekan Naik 0,30 Persen, Cek Saham Pendorongnya
:
0
Lantai perdagangan saham di BEI.
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan awal pekan, Senin (29/9/2025), dengan kenaikan 23,91 poin atau 0,30% ke level 8.123,24.
Penguatan IHSG ditopang oleh tujuh indeks sektoral yang bergerak di zona hijau, sementara empat sektor lainnya melemah.
Sektor barang baku memimpin reli dengan kenaikan 4,53%, diikuti sektor properti yang naik 2,81% dan sektor infrastruktur yang menguat 1,11%.
Adapun pelemahan terdalam tercatat pada sektor teknologi yang terkoreksi 2,74%, disusul sektor perindustrian (-0,39%) dan sektor energi (-0,23%).
Total volume perdagangan saham di bursa hari ini mencapai 49,81 miliar saham dengan total nilai Rp 23,30 triliun. Sebanyak 392 saham naik, 289 saham turun dan 117 saham stagnan.
Saham-saham yang yang mengalami kenaikan harga diantaranya PGUN sebesar Rp3.050 menjadi Rp18.400 per lembar dan RISE sebesar Rp690 menjadi Rp3.470 per lembar serta BNLI sebesar Rp650 menjadi Rp5.950 per lembar.
Saham-saham yang mengalami penurunan harga diantaranya DCII sebesar Rp6.100 menjadi Rp274.400 per lembar dan MLPT sebesar Rp8.225 menjadi Rp149.000 serta DSSA sebesar Rp7.150 menjadi Rp103.650 per lembar.
Saham-saham yang teraktif diperdagangkan diantaranya MBMA sebanyak 110.365 kali senilai Rp1,34 triliun kemudian BRMS sebanyak 74.699 kali senilai Rp1,2 triliun dan BUMI sebanyak 68.958 kali senilai Rp912 miliar
Top gainers LQ45, Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) (12,93%), Map Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA) (5,77%) dan Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) (5,42%)
Sementara Top losers LQ45 Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) (-4,63%), Kalbe Farma Tbk (KLBF) (-3,86%) dan Unilever Indonesia Tbk (UNVR) (-3,83%).
Related News
Multi Makmur Lemindo (PIPA) Ambil Langkah Strategis dan Konsolidasi
Emiten Hary Tanoe (BCAP) Gelar Hajatan Akbar, Besok Buru Izin Investor
Bursa Global Merah, IHSG Rawan Koreksi Hingga Uji Support di 6.000
TBLA Jadwal Dividen 40 Persen Laba, Yield 8,95 Persen
Emiten Prajogo (TPIA) Cari Modal Rp2,25 Triliun, ini Skemanya
BESS Tabur Dividen, Cum Date 29 Juni 2026





