IHSG Berpeluang Rebound, Analis Soroti Tiga Sentimen Utama
:
0
Pantauan monitor perdagangan saham di gedung BEI.
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dinilai masih memiliki peluang untuk menguat setelah muncul sinyal bullish divergence pada indikator Relative Strength Index (RSI). Meski demikian, pelaku pasar tetap diminta waspada terhadap potensi volatilitas menjelang pengumuman hasilquarterly review indeks MSCI.
Senior Technical Analyst M Nafan Aji Gusta mengatakan, IHSG saat ini memiliki level support di 6.847 dan 6.715, dengan area resistance di 7.014 dan 7.119.
“IHSG masih menunjukkan bullish divergence pada indikator RSI. Meski Stochastic memberikan sinyal negatif dan volume perdagangan menurun, RSI sudah berada pada area oversold atau jenuh jual,” ujar Nafan dalam riset hariannya, Selasa (12/5/2026).
Secara teknikal, kondisi tersebut mengindikasikan tekanan jual mulai mereda dan membuka peluang terjadinya rebound, terutama apabila IHSG mampu bertahan di atas level support terdekat. Di sisi lain, tekanan dari investor asing masih membayangi pergerakan pasar.
Pada perdagangan terakhir, investor asing tercatat melakukan net foreign sell sebesar Rp659,16 miliar. Secara year to date, nilainya telah mencapai Rp47,82 triliun. Sejalan dengan itu, IHSG masih terkoreksi 20,14% sejak awal tahun.
Menurut Nafan, sentimen utama yang akan dicermati pelaku pasar hari ini adalah pengumuman hasil quarterly review dari MSCI.
Pasar menaruh perhatian besar terhadap potensi keluarnya sejumlah saham berkapitalisasi besar seperti BREN dan DSSA akibat kebijakan High Shareholder Concentration (HSC).
Spekulasi tersebut memunculkan kekhawatiran akan meningkatnya arus keluar dana asing dari pasar saham domestik.
Selain faktor MSCI, pasar juga mencermati meningkatnya tensi geopolitik setelah United States Department of the Treasury menjatuhkan sanksi baru terhadap 12 entitas dan individu yang dituding memfasilitasi perdagangan minyak Iran ke Tiongkok.
Meski demikian, sentimen positif masih datang dari penguatan saham-saham teknologi di Amerika Serikat serta optimisme terhadap kinerja emiten berbasis kecerdasan buatan (AI), yang mendorong risk-on sentiment di pasar global.
Related News
Soal IPO Persib Bandung, Belum Ada Hilal Tunggu Valuasi Rp1 Triliun
IHSG Merosot 1,13 Persen, Saham Emiten Prajogo dan Big Banks Tertekan
IHSG Sesi I Loyo Imbas MSCI, Asing Net Sell Rp1,18T di Saham-Saham Ini
MSCI Depak GOTO, Turunkan CPIN, Pasar RI Terancam Outflow Rp1 Triliun
Jeda Siang (13/8) Usai Review MSCI, Tekan IHSG ke Bawah Level 6.300
MSCI Rombak Konstituen Small Cap Index Asia Pasifik, Cek Daftarnya!





