IHSG Hari Ini Sideways, Pantau Saham ASII, MEDC & ULTJ
:
0
Potret monitor tengah menampilkan perdagangan saham di gedung BEI. Foto: EmitenNews/Rifki
EmitenNews.com - Usai ditutup melemah 2,86 persen ke level 6.969, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini (11/5/2026) diperkirakan masih cenderung sideways.
Investment Gallery Coordinator Sucor Sekuritas, Yoser A. Triastomo menyebut dalam sepekan, indeks diperkirakan cenderung sideways dengan rentang yang cukup lebar.
Hal itu dipengaruhi sejumlah sentimen, seperti data konsumsi dan penjualan dalam negeri serta keputusan kebijakan yang akan dipengaruhi oleh kondisi global. Bahkan, menurut Yoser, hingga akhir pekan, nilai tukar rupiah masih menjadi faktor risiko terbesar bagi pasar di Indonesia.
"Range yang cukup lebar dan ada potensi untuk melakukan retest di area support 6935 hingga 6970 dengan resistance optimis di level 7200," ujar Yoser.
Di sisi lain, Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas, M Nafan Aji Gusta, menyebut mengatakan secara teknikal IHSG terlihat bullish divergence apabila ditinjau dari indikator RSI, meskipun pola long black closing marubozu candle terbentuk.
Pola ini menunjukkan tekanan jual tinggi sepanjang sesi, dan sering kali menandakan kelanjutan tren turun (bearish continuation) atau pembalikan tren dari naik ke turun.
"Dari sisi indikator, Stochastics K_D menunjukkan sinyal negatif, namun RSJ sudah oversold atau jenuh jual, sementara volume mengalami penguatan," ujar Nafan.
Nafan menambahkan, pada perdagangan kali ini, indeks diperkirakan bergerak di area support 6.917 dan 6.715, sedangkan resistance area dj 7.119 dan 7.244.
Sejumlah sentimen, khususnya konflik yang terjadi antara AS-Iran disebut masih jadi penyebab indeks melemah. Pasar cenderung mengkhawatirkan emerging market seperti Indonesia dengan potensi naiknya Brent di atas USD100 per barel.
Meski demikian, Wall Street menyebut kedua pihak digadang-gadang akan terjadi kesepakatan damai. Hal itu terlihat dari aksi kedua negara tengah menyusun nota kesepahaman setebal satu halaman berisi 14 poin, termasuk program nuklir Iran, ketegangan Selat Hormuz, dan kemungkinan penanganan persediaan uranium Iran telah diperkaya.
Related News
Investor Tunggu MSCI, IHSG Uji Level 7.000
Saham Komoditas (IDXBASIC) Gugur 7,8 Persen, Usulan Royalti Tekan IHSG
Gegara Debt Collectornya Prank Damkar, Dirut Indosaku Kena Denda OJK
Freeport Tunda Produksi Tambang Grasberg, Ini Alasannya
28,4 Persen Energi India dari Tenaga Surya, Indonesia Berapa?
BTN Dongkrak Bahasa Inggris dan Hospitality UMKM Samosir Naik Kelas





