IHSG Konsolidasi Melemah, Pantau Data Inflasi AS & Aksi Jual Asing
:
0
Potret Gedung Bursa Efek Indonesia. Foto: EmitenNews.
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diperkirakan masih bergerak konsolidasi dengan kecenderungan melemah.
Hal ini jika indeks tidak mampu bertahan di atas level psikologis 6.600 di tengah potensi berlanjutnya aksi jual pemodal asing (foreign outflow) menjelang rilis data inflasi Amerika Serikat bulan Agustus.
"IHSG hari ini diperkirakan masih akan bergerak dalam rentang konsolidasi dengan kecenderungan melemah jika tidak mampu bertahan diatas level psikologis 6.600 ditengah kekhawatiran pemodal asing akan melanjutkan aksi jual menjelang pengumuman data inflasi bulan Agustus di AS," demikian disampaikan Edhi Pranasidhi dalam EmitenNews Market Outlook, Selasa (8/9).
Sentimen Global: Tunggu Data Inflasi AS
Sentimen negatif dari eksternal datang dari menguatnya ekspektasi kenaikan suku bunga acuan The Federal Reserve pada 15-16 September mendatang. Ekspektasi itu muncul setelah data tenaga kerja AS di sektor non-pertanian bulan Agustus naik di atas konsensus dan berpotensi memicu kenaikan laju inflasi.
"Suku bunga acuan (Fed Fund Rate) saat ini berada di antara 3,50% dan 3,75%," ujar Edhi.
Sebelum memutuskan kebijakan, The Fed akan mencermati data inflasi Agustus yang rilis Jumat. Jika inflasi bulanan sesuai konsensus 0,2% MoM, tahunan 3,4% YoY, dan inflasi inti 2,4% YoY, maka The Fed diharapkan belum menaikkan FFR.
"Namun, sejumlah ekonom dunia tetap berkeyakinan bahwa the Fed belum akan menaikkan suku bunga acuan mengingat hal ini akan semakin membebani daya beli dan berpotensi membuat ekonomi AS tahun ini hanya tumbuh dibawah 1,5%," kata Edhi.
Adapun, ekspektasi kenaikan suku bunga di AS juga memicu Bank of Japan mengisyaratkan hal serupa. Ini berakibat pada pembalikan carry trade dan penguatan Yen terhadap dolar AS. Akibatnya indeks dolar DXY jatuh ke bawah level 99.
"Pada jam 07.20 WIB, indeks dolar turun ke posisi 98,808 vs 99,340 di jam yang sama kemarin," jelas Edhi.
Related News
BEI Pasang Status UMA untuk 2 Saham Ini, Investor Diminta Waspada
Bos MGLV Caplok Dua Entitas Ini, Saham Melenting ARA
SSIA Kantongi Order Data Center, 2 Lokasi Kawasan Jadi Incaran
Rugi Makin Bengkak, Saham FLMC Menari Lincah
Buang Habis Saham INPP, CGS Securities Raup Dana Jumbo
Dukungan Kuat Induk Malaysia Mantapkan Rating CIMB Niaga idAAA





