IHSG Masih Berpotensi Menguat Hari Ini? Cek Prediksinya
:
0
Potret IHSG yang bergerak di zona merah. Foto: EmitenNews/Aji
EmitenNews.com - IHSG atau Indeks Harga Saham Gabungan parkir di zona merah pada perdagangan kemarin (11/6), meski dua hari sebelumnya sempat mencatatkan reli di zona hijau.
Indeks ditutup melemah 0,28 persen atau turun 16,344 poin ke level 5.886,032, pada penutupan perdagangan Kamis (11/6).
Meski demikian potensi penguatan diperkirakan masih bisa terjadi. Hal itu diungkapkan Head of Retail Research MNC Sekuritas Herditya Wicaksana dalam riset hariannya.
Ia menyebut, osisi IHSG sedang berada pada bagian dari wave [iv] dari wave 3, sehingga IHSG masih berpeluang menguat untuk menguji area 6,065-6,256 sekaligus MA20-nya.
“Adapun untuk area support di kisaran 5.594 dan 5.344 dengan resistance area di kisaran 5.941 dan 6.065,” ujarnya, Jumat (12/6/2026).
Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas, M Nafan Aji mengatakan pelemahan indeks terjadi karena sebagian pelaku pasar memanfaatkan momentum tersebut untuk melakukan aksi take profit.
Imbasnya, IHSG ditutup melemah tipis daripada penutupan sebelumnya yang parkir di zona hijau. Di sisi lain, tekanan masih membayangi nilai tukar rupiah yang kembali melemah 0,25 persen ke level Rp17.988,5.
“Secara teknikal, pergerakan IHSG diperkirakan menguat terbatas setelah pola bearish doji star candle terbentuk. Di sisi lain, indikator Stochastics K_D dan RSI masih menunjukkan sinyal positif, namun volume menurun,” tutur Nafan.
Sejumlah emiten turut direkomendasikan Mirae Asset Sekuritas untuk dicermati pelaku pasar, di antaranya AMRT, EXCL, dan ISAT.
Riset MNC Sekuritas juga memberikan rekomendasi saham yang dapat dicermati pelaku pasar, yaitu;
Related News
IHSG Jumat Dibuka Positif 1,39 Persen, Cermati Sentimen Domestik-Asing
Kemenperin Buka Jalan IKM Masuk Rantai Pasok Kendaraan Listrik
Buntuti Wall Street, IHSG Berbalik Menguat
Pangkas Anggaran MBG, IHSG Potensial Menguat
Antusias, BTN Jakim 2026 Melibatkan 45 Ribu Peserta dari 52 Negara
IHSG Kehilangan Tenaga Setelah Sentuh 6.000, BBCA Jadi Penopang Pasar





