IHSG Masuk Fase Accumulation, Target Resistance Tembus 6.454
:
0
Ilustrasi, potret main hall Bursa Efek Indonesia (BEI). Foto: Emiten News
EmitenNews.com - Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas, M Nafan Aji Gusta mengatakan secara teknikal tren pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada dalam periode akumulasi prior dalam rangka ekspansi dengan membentuk momentum bullish.
“Berdasarkan indikator, Stochastics K_D dan RSI masih menunjukkan sinyal negatif, namun volume mengalami penguatan,” ujar Nafan, Selasa (4/8).
Dari sisi fundamental, valuasi pasar saham Indonesia juga dinilai masih menarik. Saat ini, price to earnings ratio (P/E) IHSG berada di kisaran 9,30 kali, lebih rendah dibandingkan sejumlah bursa regional setelah mengalami tekanan sepanjang semester I 2026.
"Valuasi saham Indonesia masih relatif murah dibanding beberapa pasar regional sehingga berpotensi menarik minat investor secara bertahap," katanya.
Dari eksternal, pernyataan Presiden AS Donald Trump bahwa negosiasi dengan Iran akan dimulai pekan ini, sehingga mengurangi kekhawatiran eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah. Harga minyak WTI dan Brent yang terkoreksi signifikan membantu meredakan kekhawatiran risiko inflasi berbasis biaya energi atau energy cost push inflation.
“Dengan demikian, optimisme tersebut membuat investor kembali masuk ke aset berisiko khususnya di pasar saham,” ujar Nafan.
Dari domestik, data inflasi Indonesia periode Juli 2026 yang terjaga stabil memberikan konfirmasi kuat atas solidnya daya beli masyarakat serta terjaganya stabilitas moneter.
“Bahkan tereduksinya geopolitical risk premium memberikan ruang longgar bagi BI untuk menjaga stabilitas moneter dan BI-Rate,” pungkasnya.
Untuk perdagangan hari ini, Mirae Asset Sekuritas memproyeksikan IHSG bergerak dengan area support di level 6.031 dan 6.130, serta resistance di kisaran 6.358 hingga 6.454. Beberapa saham turut direkomendasikan untuk dicermati seperti ANTM, MBMA, dan SMRA.
Related News
Dana DHE SDA Resmi Bisa Dijadikan Agunan Tunai
IHSG Berpeluang Uji 6.545, Pantau Saham-Saham Berikut
Ungguli Prajogo dan Anthoni Salim, Low Tuck Kwong Terkaya Se-Tanah Air
Gagal Nanjak, IHSG Malah Melemah ke 6.234, INDY Pimpin Top Losers LQ45
Perdana, EXCL Sabet Best Mobile Network Indonesia 2026
IHSG Sesi I (3/8) Berakhir Loyo, Breakout Berlanjut?





