EmitenNews.com - Indeks bursa Wall Street kemarin ditutup bervariasi mayoritas melemah cukup signifikan. Itu seiring kekhawatiran investor terhadap belanja emiten teknologi kecerdasan buatan kembali muncul, dan lonjakan harga minyak mentah. Meta Platform tetap anjlok 6,98 persen meski pendapatan kuartal ketiga lebih baik dari ekspektasi, dan menaikkan panduan kinerja keuangan.

Beberapa emiten teknologi lain juga mengalami koreksi cukup dalam. Di antaranya, Advanced Micro Devices turun 8,10 persen, Micron Technology susut 6,26 persen, dan Nvidia menukik 4,40 persen. Pemain utama Neocloud yaitu CoreWave dengan credit default terus menanjak, drop 10 persen.

Itu terjadi setelah CEO Nvidia Jensen Huang mengatakan permintaan Neocloud sangat tinggi namun terbatasnya modal menghambat pertumbuhan. Pelemahan mayoritas indeks bursa Wall Street, dan aksi jual investor asing berlanjut diprediksi menjadi sentimen negatif pasar. Lonjakan harga komoditas energi, laporan keuangan kuartal III 2026, dan aksi beli investor domestik berpeluang menjadi katalis positif untuk indeks harga saham gabungan (IHSG).

Jadi, IHSG diprediksi bergerak bervariasi cenderung menguat dengan kisaran support 5.250-5.110, dan resistance 5.525-5.665. Menilik data itu, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia menyodorkan saham Unilever (UNVR), HM Sampoerna (HMSP), Wismilak (WIIM), Adaro (AADI), Japfa (JPFA), dan Erajaya (ERAA). (*)