EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan tren pemulihan pada perdagangan Kamis (22/10/2026).

Meski rebound berlanjut, tekanan jual investor asing masih menjadi ganjalan utama. Tercatat jumlah net sell asing mencapai Rp1,47 triliun.

Technical Analyst BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda, menjelaskan penguatan tersebut terjadi setelah IHSG sempat dibuka melemah.

"IHSG ditutup menguat 1,12% ke level 5.387,91 pada Kamis (22/10), naik 59,54 poin setelah sempat dibuka melemah dan menyentuh level terendah 5.186. Penguatan hingga menyentuh 5.422,59 menunjukkan berlanjutnya aksi pemulihan," ujar Reza.

Untuk perdagangan Jumat (23/10), Reza menyebut fokus pasar akan tertuju pada tindak lanjut reformasi pasar modal.

"Untuk perdagangan Jumat (23/10), perhatian tertuju pada tindak lanjut reformasi pasar modal oleh BEI dan OJK, termasuk peningkatan transparansi kepemilikan saham serta rencana mengecualikan saham berkonsentrasi kepemilikan tinggi (HSC) dari perhitungan IHSG. Pernyataan Presiden Prabowo mengenai respons Indonesia terhadap MSCI turut menjadi perhatian pasar," paparnya.

Secara teknikal, IHSG masih berada dalam fase rebound. Reza menyebut resistance psikologis berada di level 5.400.

"Secara teknikal, IHSG melanjutkan technical rebound dan mendekati resistance psikologis 5.400, dengan resistance lanjutan di 5.459. Support berada di area 5.240–5.190," jelasnya.

Senada, Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas, M Nafan Aji Gusta, menilai IHSG kembali menunjukkan momentum penguatan.

"Secara teknikal, adapun pergerakan IHSG kembali menunjukkan momentum penguatan setelah menyelesaikan bagian awal dari pola wave 5/(C)/Y. Berdasarkan indikator teknikal, sinyal Stochastics K_D dan RSI sama-sama positif, meskipun volume perdagangan mengalami penurunan," ujar Nafan.