EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ambruk pada awal perdagangan Jumat (6/11/2026).

Berdasarkan data RTI Business pada pukul 09.00 WIB, IHSG berada di level 4.938,111, melemah 92,150 poin atau 1,83%.

IHSG dibuka di level 4.955,834, dengan level tertinggi di 4.956,342 dan terendah di 4.935,124 pada awal sesi.

Tekanan jual masih mendominasi perdagangan pagi ini. Tercatat 395 saham melemah, berbanding 56 saham yang menguat dan 136 saham stagnan.

Aktivitas perdagangan tercatat volume sebesar 1,888 miliar lembar saham, dengan nilai transaksi Rp373,660 miliar dan frekuensi 49.555 kali transaksi. Kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp8.658,339 triliun.

Sentimen Global Negatif

Pelemahan IHSG pagi ini sejalan dengan tekanan di Wall Street. Dalam laporan Kiwoom Morning Equity, Jumat (6/11/2026), disebutkan Wall Street ditutup anjlok pada perdagangan Kamis (5/11/2026).

Indeks S&P 500 merosot 4,4%, Nasdaq Composite terjun 5,52% ke level terendah dalam tujuh bulan, sementara Dow Jones Industrial Average turun 1.833 poin. S&P 500 mencatat penurunan terdalam sejak aksi jual akibat kebijakan tarif pada April 2025.

Pelemahan dipimpin saham semikonduktor, dengan Micron anjlok 17,5%, AMD turun 17,3%, dan Broadcom melemah 10,4%.

"Sentimen pasar cenderung negatif setelah kemenangan Partai Demokrat dalam pemilu paruh waktu AS meningkatkan kekhawatiran terhadap prospek investasi AI," tulis Kiwoom dalam risetnya.