EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir perdagangan Rabu (21/10/2026) berbalik arah menguat 49,47 poin atau 0,94% ke 5.328,36 setelah mengalami tekanan di sepanjang sesi pertama.

Berdasarkan data RTI Business, indeks komposit sempat terkapar di level dasar intraday 5.185,36 namun mampu berbalik ke level tertinggi harian di akhir jam perdagangan.

Transaksi ramai melibatkan 35,06 miliar saham dengan frekuensi 1,83 juta kali dan total nilai perdagangan Rp17,89 triliun. Sebanyak 369 saham menguat, 308 melemah, dan 116 saham lainnya stagnan.

Saham-saham big banks kembali menjadi penggerak transaksi utama pada hari ini. BBCA dengan total transaksi terbesar Rp2,3 triliun mencatat penguatan harga 1,44% ke Rp5.275, disusul BBRI yang senilai Rp1,4 triliun harga menguat 0,72% ke Rp2.810, serta BMRI senilai Rp981 miliar harga naik 0,27% ke Rp3.700 per saham.

Saham penggerak transaksi lainnya adalah TLKM yang harganya menguat 2,9% ke Rp2.120, SINI turun 6,99% ke Rp9.650, dan ASII naik 1,33% ke Rp4.560 per saham.

Di tengah kondisi pasar seperti tersebut, saham STRK mencatat kenaikan harga paling tinggi (top gainer) sebesar 34,31% ke Rp137, diikuti SOLA yang naik 33,9% ke Rp79, dan SBMA melesat 19,3% ke Rp136 per saham.

Sebaliknya, saham-saham yang tenggelam di dasar top losers adalah LUCY merosot 8% ke Rp92, SINI turun 6,99% ke Rp9.650, dan TMPO anjlok 6,96% ke Rp147 per saham.

Di jajaran LQ45, saham AKRA mencatat penguatan terbesar 7,02% ke Rp1.295, diikuti ICBP naik 5,19% ke Rp6.075, dan BBTN menguat 4,44% ke Rp940 per saham.
Secara keseluruhan indeks LQ45 naik 1,02%, lebih tinggi dibanding IHSG yang sebesar 0,94%.

Indeks utama bursa kawasan Asia ditutup beragam pada hari ini. Nikkei 225 Index Tokyo menguat 0,85%, sementara Hang Seng Index Hong Kong turun 0,9% bersama Shanghai Composite Index yang melemah 0,6%.

Sementara itu, Straits Times Index Singapore naik 0,63%.