IHSG Rawan Koreksi, Ini Rekomendasi Untuk PNBN, TAYS, SCMA, ACES dan TINS
EmitenNews.com—Pada perdagangan Rabu (4/1), Bursa saham Wallstreet ditutup Rebound didorong rilis data pembukaan lapangan kerja di AS yang melandai. Bursa saham Asia ditutup variatif kekhawatiran resesi dan lonjakan kasus Covid di China turut menjadi perhatian pelaku pasar.
Harga minyak mentah ditutup melemah didorong sentimen kekhawatiran perlambatan ekonomi dunia. IHSG ditutup melemah pada perdagangan Rabu (4/1), pelaku pasar wait and see menanti risalah rapat FOMC terkait arah kebijakan moneter The Fed. Investor Asing mencatatkan net sell sebesar IDR 432 Milyar.
Menurut Dimas Wahyu Analis Bahana Sekuritas, diperkirakan hari ini Kamis (5/1) IHSG berpotensi melemah dengan range 6750-6900, saham sektoral yang dapat diperhatikan Banking, Metal Mining, Basic Industry, dan Retail.
PNBN Berada di Bottoming Area berpotensi terjadinya penguatan Area beli terbaik pada 1400-1430 Stoploss jika Closing di bawah level 1380.
SCMA Terbentuk Break Out Triangle berpotensi melanjutkan penguatan Area beli terbaik pada range 214-218 Stoploss jika Closing di bawah level 210.
TINS Berhasil Break Out dari Pararel Channel berpotensi melanjutkan penguatan Area beli terbaik pada range 1175- 1190 Stoploss jika Closing di bawah level 1165.
TAYS Berhasil Break Out dari Pararel Chananel berpotensi melanjutkan penguatan Area beli terbaik pada range 550-575 Trailing Stop jika Closing di bawah level 540.
ACES Terbentuk Evening Star berpotensi terjadinya koreksi Area beli terbaik pada range 496-525 Stoploss jika Closing di bawah level 490.
Related News
IHSG Terjebak Koreksi, Serok Saham ELSA, PSAB, dan ENRG
IHSG Turun Tipis ke 8.265, Tujuh Sektor Masuk Zona Merah
Raih Izin Bank Indonesia, JFX Perkuat Fondasi Pasar Derivatif Nasional
IHSG Sesi I (12/2) Drop 0,38 Persen ke 8.259, Saham Konglo Ambruk!
Kopdes Merah Putih Didorong Jadi Agen Resmi Produk Pertamina
Stok Beras Ditargetkan Tembus 4 Juta Ton Pada Maret 2024





