IHSG Rebound, Koleksi Saham GJTL, ADRO, dan EXCL

Seseorang berjalan berlatar layar gerakan IHSG. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indeks-indeks Wall Street menyudahi perdagangan Jumat, 20 Desember 2024 berbalik menguat. Penguatan itu, didorong data ekonomi solid. PCE Price Index edisi November 2024 meningkat 10 bps menjadi 2,4 persen YoY, namun lebih rendah dari ekspektasi pasar 2,5 persen YoY).
Dengan Core PCE Price Index tetap sama 2,8 persen YoY November 2024. Selain itu, US Michigan Consumer Sentiment Final 74.0 periode Desember 2024, lebih tinggi dibanding edisi November di kisaran 71.8. Kedua data itu, makin mendukung pernyataan Hawkish The Fed pada FOMC 18-19 Desember lalu.
Secara teknikal, terbentuk pola doji star pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), dan indikator Stochastic RSI berada oversold area. Dengan demikian, sepanjang perdagangan Senin, 23 Desember 2024, IHSG berpotensi rebound untuk menguji pivot 7.000-7.050.
Namun, IHSG diperkirakan konsolidasi pada rentang level support 6.950, dan resistance level 7.100 sepanjang pekan ini. Mayoritas sentimen dari data ekonomi akan rilis pekan depan. Amerika Serikat (AS) akan merilis data konsumsi dengan perkiraan mengalami peningkatan.
Inggris akan merilis data GDP Growth Rate Final kuartal III 2024 dengan prediksi meningkat menjadi 1 persen YoY dari kuartal II 2024 di posisi 0,7 persen YoY. Sementara itu, Indonesia akan merilis data M2 Money Supply November 2024 sebagai acuan untuk mengetahui tingkat likuiditas.
Menilik data tersebut, Phintraco Sekuritas menjagokan sejumlah saham berikut sebagai jujukan investasi. Yaitu, Essa Industries (ESSA), Gajah Tunggal (GJTL), Adaro Minerals (ADMR), Bank BTPN Syariah (BTPS), Adaro Energy (ADRO), dan XL Axiata (EXCL). (*)
Related News

OP Pangan Murah Salurkan 2.853 Ton Komoditas Selama Ramadan

Maanfaatkan Pasar Mamin, ITPC Meksiko Fasilitasi Business Matching

Malaysia Cabut Bea Masuk Anti Dumping Serat Selulosa Asal Indonesia

PLN Pertahankan Status Siaga Kelistrikan Hingga 11 April

Kemenperin Rilis Peta Jalan Hilirisasi untuk Pacu Swasembada Aspal

Investasi Tembus Rp206 Triliun, Industri Agro Serap 9,3 Juta Naker