Induk Usaha Delisting dari Bursa Singapura, Begini Reaksi JPFA
Salah satu ternak ayam milik JPFA
EmitenNews.com - Emiten pakan ternak dan Ungas PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA) menyampaikan bahwa perusahaan induk Japfa Ltd., akan go private atau delisting dari Bursa Singapura.
Maya Prajono Sekretaris Perusahaan JPFA dalam keterangan resmi Minggu (26/) mengungkapkan bahwa induk perseroan yakni Japfa Ltd. telah menyampaikan pengumuman rencana privatisasi melalui sebuah skema.
Apabila skema tersebut telah selesai dilaksanakan, maka seluruh saham dari pemegang saham minoritas Japfa Ltd. akan diambil alih oleh Keluarga Santosa.
Kemudian, Keluarga Santosa akan memiliki 100% saham Japfa Ltd. Selanjutnya, Japfa Ltd. akan delisting dari Bursa Efek Singapura (SGX).
Namun, pembelian skema saham oleh Keluarga Santosa dan privatisasi serta penghapusan pencatatan saham [delisting] Japfa Ltd. tidak akan mengubah pengendalian atau manajemen grup perseroan [JPFA].
JPFA memastikan aksi delisting induknya tersebut tak akan memengaruhi bisnis perseroan,” tulis Maya.
JPFA pun memastikan akan tetap menjadi perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) tanpa adanya perubahan kepemilikan mayoritas dan akan tetap secara mayoritas dimiliki serta dikendalikan oleh Keluarga Santosa.
“JPFA tidak ada rencana aksi korporasi yang akan dijalankan perseroan ke depan,” tutupnya.
Japfa Comfeed (JPFA) per 30 September 2024 membukukan laba bersih Rp2,09 triliun. Melangit 124,73 persen dari episode sama tahun lalu sebesar Rp937,25 miliar. Dengan demikian, laba per saham dasar melejit menjadi Rp180 dari sebelumnya Rp81.
Penjualan bersih Rp41,27 triliun, mengalami lompatan 9,29 persen dari edisi sama tahun lalu Rp37,76 triliun.
Beban pokok penjualan Rp33,33 triliun, membengkak dari periode sama tahun lalu sebesar Rp31,84 triliun. Laba kotor terkumpul Rp7,94 triliun, melesat 34,12 persen dari posisi sama tahun lalu Rp5,92 triliun.
Related News
Harga Turun, Presdir SULI Lepas 25,6 Juta Saham Senilai Rp2,83 Miliar
Saham Dicaplok 76,42 Persen, PTMR Siapkan Aksi Baru Bernilai Jumbo!
Makin Bengkak, Sepanjang 2025 JGLE Defisit Rp815 MiliarĀ
Perkuat Modal, NICE Tarik Pinjaman dari Bank UOB Rp100 Miliar
Tumbuh Minimalis, BRIS 2025 Tabulasi Laba Rp7,56 Triliun
Fundamental Solid, Bank Mandiri Perkuat Peran Sebagai Mitra Pemerintah





