Ini Kata Menteri Bahlil Soal Peluang Impor Etanol Termasuk dari AS
:
0
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. dok. Bisnis.
EmitenNews.com - Pemerintah membuka peluang impor etanol termasuk dari Amerika Serikat. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan rencana itu bagian dari upaya pengembangan energi bersih.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan hal tersebut dalam jumpa pers yang digelar secara virtual, Jumat (21/2/2026).
“Kita akan campur bensin dengan etanol, mandatory, tujuannya sebenarnya adalah bagaimana menciptakan peluang usaha baru yang ada di Indonesia,” ujar Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.
Opsi impor etanol terbuka selama produksi dalam negeri belum mampu memenuhi kebutuhan nasional. Peluang impor tersebut berjalan secara paralel dengan upaya peningkatan produksi energi dalam negeri. Termasuk di impor dari Amerika, sampai kebutuhan produksi dalam negeri terpenuhi.
Rencana pemerintah untuk mewajibkan pencampuran bensin dengan etanol merupakan salah satu upaya penguatan ketahanan dan kedaulatan energi nasional.
Sebelumnya, pemerintah menegaskan komitmen untuk mempercepat implementasi mandatori pencampuran bioetanol secara bertahap.
Program ini direncanakan dimulai dengan E5 pada 2028 dan E10 pada 2030, serta diarahkan menuju E20. Semua itu direncanakan dengan mempertimbangkan kesiapan produksi, distribusi, serta infrastruktur pendukung.
Nah, untuk mendukung masa transisi tersebut, pemerintah membuka ruang kerja sama perdagangan dengan berbagai mitra, termasuk Amerika Serikat, secara proporsional dan terukur sesuai kebutuhan domestik.
Kebijakan ini diiringi dengan upaya memperkuat kapasitas produksi dalam negeri agar industri bioetanol nasional dapat tumbuh berkelanjutan.
Bahlil menyebutkan, secara keseluruhan, implementasi Agreement of Reciprocal Trade (ART/perjanjian perdagangan timbal balik) pada sektor energi dan sumber daya mineral dirancang berjalan bertahap, terukur, dan selaras dengan kepentingan nasional.
Related News
Tujuan Ekspor, RI Bidik Kesepakatan Dagang dengan AS USD33 Miliar
Kejar Target Lifting 2027, SKK Migas Siapkan Strategi Produksi Minyak
Airlangga Optimistis Rupiah tak Tembus Rp19.000/USD, Begini Alasannya
Omzet Produk UMKM Jaringan Toko Kelontong SRC Capai Rp12,9 Triliun
Pasokan Gas RI Susut, Morgan Stanley Proyeksi Dampaknya
Susul Wall Street, Saham Teknologi Pacu Nikkei 225 Naik 1,1%





