EmitenNews.com - Jepang serius merealisasikan investasi di Indonesia. Itu menyusul penandatanganan 10 nota kesepahaman (MoU) antara Indonesia dan Jepang di Tokyo. Nilai kerja sama senilai USSD22,6 miliar setara Rp384 triliun. Teken kesepakatan itu, hasil kunjungan Presiden Prabowo Subianto beberapa waktu lali.

“Kerja sama dengan Jepang bukan basa-basi dan formalitas diplomasi. Selanjutnya, tantangan implementasi kerja sama itu pada tingkat pelaksanaan di lapangan,” tukas Rachmat Gobel, Anggota Komisi VI DPR RI.

Gobel menjelaskan, sejumlah kerja sama disepakati mencakup berbagai sektor strategis. Di antaranya melibatkan Inpex Corporation dan Pertamina dalam pengembangan Blok Masela, dan pengembangan energi panas bumi bersama PT Supreme Energy Rajabasa.

Kemudian, kerja sama sektor industri semikonduktor antara Hayashi Kinzoku Co Ltd dan PT Eblo Teknologi Indonesia Development, dan penguatan ekosistem keuangan antara PT Bank SMBC Indonesia dan PT Pegadaian.

Ketua Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Jepang (PPIJ) itu, tidak menampik adanya pandangan sebagian besar MoU merupakan proyek lama yang belum terealisasi, sementara proyek baru dinilai kurang dari 10 persen. Meski begitu, Gobel menegaskan Jepang tetap berkomitmen menindaklanjuti kesepakatan tersebut.

“Ketika Presiden Prabowo menyampaikan hambatan di lapangan bisa langsung dilaporkan kepada beliau, para pengusaha Jepang langsung bertepuk tangan. Itu menunjukkan harapan besar mereka terhadap kepastian investasi,” kata Gobel.

Kendala utama investasi selama ini berada pada aspek implementasi di lapangan, termasuk regulasi, dan koordinasi antarinstansi. Oleh sebabb itu, Gobel mendorong pemerintah pusat hingga daerah memberikan kemudahan dan kepastian bagi investor. “Pemerintah harus menyesuaikan regulasi dan memberi kemudahan, apalagi dalam situasi global dinamis,” ujarnya.

Gobel juga optimistis sejumlah proyek besar, seperti Blok Masela dan kerja sama investasi melalui Mandiri Investment Management, akan terealisasi. Sebelumnya, Prabowo bertemu dengan sejumlah pimpinan perusahaan besar Jepang seperti Mitsubishi Corporation, Mitsui & Co., Toyota Motor Corporation, Panasonic Corporation, dan Sumitomo Corporation, serta organisasi bisnis Kaidanren. (*)