Investindo Arya Juga Kurangi Porsi Saham di Emiten TP Rachmat (TAPG)
:
0
Ilustrasi PT. Triputra Agro Persada Tbk. (TAPG). Dok. Sawit Indonesia.
EmitenNews.com - PT Investindo Arya, pemegang saham PT. Triputra Agro Persada Tbk. (TAPG) mengurangi porsi kepemilikan sahamnya pada 8 September 2026. Investindo Arya telah menjual sebanyak 431.200 lembar saham emiten industri sawit, dan karet itu, pada harga Rp2.320 per helai.
Demikian keterangan tertulis manajemen TAPG, Jumat (11/9/2026).
"Tujuan dari transaksi ini adalah untuk Divestasi dengan kepemilikan saham Langsung," tuturnya.
Setelah transaksi ini, maka total kepemilikan saham Investndo Arya di emiten milik konglomerat TP Rachmat itu, menjadi 2,36 juta lembar saham atau setara dengan 0,0119 persen.
Bandingkan dengan sebelumnya, Investindo Arya mengantongi 2,79 juta lembar saham Triputra Agro Persada setara dengan 0,0141 persen.
Presiden Direktur TAPG, George Oetomo Kurangi Porsi Sahamnya
Sebelumnya Presiden Direktur PT. Triputra Agro Persada Tbk. (TAPG), George Oetomo juga telah mengurangi porsi kepemilikan sahamnya pada tanggal 31 Agustus dan 1 September 2026.
Manajemen TAPG dalam keterangan tertulisnya, 2 September 2026, menyampaikan bahwa George telah menjual sebanyak 500.000 lembar saham diharga Rp2.120 per saham dan sebanyak 1.200.000 lembar saham di harga Rp2.270 per saham.
"Tujuan dari transaksi ini adalah untuk Divestasi dengan kepemilikan saham Langsung," tuturnya.
Pascatransaksi ini, maka total kepemilikan saham George di TAGP menjadi 51.006.100 lembar saham atau setara dengan 0,2569% dibandingkan dengan sebelumnya 51.706.100 lembar saham setara dengan 0,2655 persen. ***
Related News
Ditopang XPeng, ERAL Raup Laba Rp193,8M & Sales Rp6,21T Hingga Q3 2026
Laba Wilmar (CEKA) Tumbuh 52,26 Persen Hingga Kuartal III-2026
Penjualan Tembus Rp87,51 Triliun, Laba HMSP Naik 44,35% Hingga Q3 2026
Volatilitas Transaksi Efek Disorot BEI, Ini Jawaban Emiten Hapsoro
BNI Catat Laba Operasional Sebelum Pencadangan Tertinggi dalam Sejarah
Melejit 14,7 Persen, AUTO Raup Laba Rp1,80 Triliun





