IPO BUMN Harganya Cenderung Mahal, Investor Ritel Kurang Tertarik
:
0
EmitenNews.com—Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dipandang perlu untuk merubah strategi dalam penentuan harga penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) agar banjir peminat.
Head of Investment Information Mirae Asset Sekuritas, Roger MM menyampaikan, terdapat fenomena pelaku pasar menjauhi saham perdana dari perusahaan di lingkungan BUMN, karena harga penawarannya telah mencerminkan harga wajarnya sehingga ruang untuk mendapatkan keuntungan investasi berkurang.
“Kalau ada diskon maka investor akan senang hati memburu saham IPO BUMN maupun anak usahanya. Tapi biasanya harga saham IPO BUMN sudah mencerminkan harga sebenarnya,” kata dia dalam paparan media, Selasa (10/1/2023).
Ia memberi contoh, pada saat IPO PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (IDX: MTEL) dipatok Rp800 maka valuasinya EV/EBITDA berada dikisaran 15,6 kali hingga 19,9 kali, sedangkan industri menara telekomunikasi berada dikisaran 14 Kali.
“Jadi harga IPO BUMN lebih mahal,” kata dia.
Related News
IHSG Akhir Pekan Melesat ke 6.401, CUAN Top Loser LQ45
Pidato Prabowo Sengat IHSG, Indeks Berbalik Reli 0,56% di Akhir Sesi I
Prabowo Sebut Keuntungan BUMN Naik 2 Kali Lipat dalam 2 Tahun
Menyambut HUT ke-81 RI, IHSG Jumat Dibuka Terkoreksi 0,18 Persen
IHSG Tertekan 1,13 Persen, MNC Sekuritas Ungkap Dua Skenario
Di Tengah Sentimen MSCI, Kiwoom Masih Bidik IHSG ke 7.000





