Isu Perubahan Iklim dan Situasi Ekonomi Global Dibahas Serius di Pertemuan APEC
:
0
EmitenNews.com - Pertemuan para Menteri Keuangan (Finance Ministers Meeting) negara-negara anggota Asia Pasific Economic Cooperation (APEC) di San Francisco membahas mengenai status quo perekonomian dunia dan kerja sama global.
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati, yang turut menghadiri pertemuan itu menegaskan “Tujuan dari APEC yaitu untuk menciptakan sebuah kerjasama untuk bisa menciptakan kemakmuran bersama,” ungkapnya seperti diunggah di akun instagram resminya @smindrawati.
Dalam pertemuan para Menteri Keuangan, dibahas mengenai beberapa hal. Sesi pertama pada finance ministers meeting (FMM) dibuka dengan topik yang sangat relevan bagi para anggota APEC, yaitu mengenai situasi perekonomian global, termasuk bagaimana kondisi perekonomian Amerika Serikat dan RRT berdampak bagi dunia.
Diketahui, Amerika Serikat sedang mengalami tekanan inflasi yang menyebabkan melonjaknya suku bunga. Sementara RRT mengalami pelemahan perekonomian domestik, salah satunya dari sektor properti.
“Kita membahas bagaimana kemudian ekonomi ini perlu untuk merespon dengan kebijakan fiskal yang tentu tantangannya tidak mudah,” ujar Menkeu.
Dikatakan Menkeu, Indonesia sendiri hadir untuk membagikan pengalaman serta pelajaran dari pemulihan ekonomi pasca pandemi. Termasuk bagaimana menjaga perekonomian di tengah guncangan-guncangan ekonomi yang telah dilewati, mulai dari bahan bakar hingga pangan dengan menggunakan instrumen APBN.
Pada sesi kedua, para Menkeu membicarakan mengenai modern supply side economy. Menurut Menkeu, topik ini relatif baru namun menjadi penting dalam suasana politik dan fragmentasi kerja sama global.
“Indonesia menyampaikan bahwa untuk bisa meningkatkan perekonomian secara jangka panjang dan sustainable, produktivitas menjadi penting,” ungkap Menkeu.
Isu perubahan iklim menjadi topik diskusi pada sesi ketiga. Perubahan iklim menjadi tantangan yang harus diatasi, termasuk aspek keuangan dalam pembiayaan transisi energi dari suatu negara.
“Indonesia termasuk salah satu negara yang betul-betul cukup detail karena kita memiliki komitmen untuk melakukan transisi energi menuju ekonomi hijau. Namun, aspek keuangannya sangat-sangat menentukan dan masih perlu banyak yang harus dipecahkan,” jeals Menkeu.
Related News
Bawa Investasi Rp1,12T, Hoi Fu Paper Bangun Pabrik di KEK Kendal
Tekad Sudah Bulat, Bahlil Ungkap Tantangan Wujudkan Substitusi LPG
Realisasi Investasi DIY Rp2,01 Triliun, Ditopang Sleman dan Yogyakarta
Luncurkan Proyek PLTS Mentari Nusantara, PLN Dukung Target NZE 2060
Ingat, Telat Lapor SPT Badan, DJP Hapus Sanksi Hanya Sampai Akhir Mei
TLKM Telat Sampaikan Annual Report 2025 dan Kuartal I, Sampai Kapan?





