EmitenNews.com - PT ITSEC Asia Tbk (CYBR) menegaskan fokus ekspansi bisnis perseroan pada 2026 akan diarahkan ke pengembangan layanan berbasis AI dan Cyber Security, seiring meningkatnya kebutuhan transformasi digital di berbagai sektor industri.

President Director ITSEC Asia, Patrick Dannacher menyampaikan bahwa CYBR saat ini tengah memprioritaskan tiga lini bisnis utama, yakni Cyber & AI Academy, AI Operations (AIOps), dan OT Security.

Menurutnya, Cyber & AI Academy menjadi salah satu fokus utama karena tingginya kebutuhan pengembangan talenta keamanan siber dan AI di Indonesia.

Selain itu, perseroang juga melihat potensi besar terhadap layanan OT Security yang ditujukan melindungi infrastruktur penting seperti pembangkit listrik, kilang, hingga fasilitas manufaktur yang dinilai masih rentan terhadap ancaman siber.

“Kami melihat kebutuhan terhadap ketiga layanan AI dan cyber security saat ini sangat tinggi. Sehingga, fokus kami adalah membantu perusahaan mengintegrasikan AI secara aman dan efektif,” ujar Patrick dalam public expose ITSEC Asia di Jakarta, Kamis (21/5/2026).

Di sisi lain, Patrick menilai adopsi AI di sektor perbankan juga diperkirakan akan terus meningkat dalam beberapa tahun ke depan. Karena itu, ia menekankan implementasi AI harus dilakukan dengan pendekatan keamanan siber yang kuat agar tidak memunculkan risiko baru, termasuk ancaman deepfake dan kebocoran data.

Menurutnya, perusahaan yang mampu menyediakan solusi AI aman dan efisien akan memiliki peluang pertumbuhan besar di tengah masifnya transformasi digital industri keuangan.

“Adopsi AI di industri keuangan akan terjadi. Pertanyaannya adalah siapa yang lebih cepat, lebih aman, dan lebih siap. Jadi, inilah keahlian kami, pendekatan yang mengutamakan keamanan siber, bagaimana menggunakan AI secara efisien dan efektif. Dan kami optimis, terlepas dari gejolak yang terjadi di dunia,” ujar Patrick.

Optimisme tersebut juga didukung oleh investasi riset dan pengembangan (R&D) yang telah dilakukan perseroan sejak beberapa tahun terakhir. Perseroan meyakini memiliki talenta dan kapasitas yang mumpuni untuk mengembangkan teknologi keamanan siber dan AI secara mandiri. Hal ini juga menjadi strategi CYBR dalam menghadapi fluktuasi nilai tukar rupiah serta meningkatnya biaya impor teknologi dari luar negeri.

“Kami percaya Indonesia memiliki talenta yang cukup untuk mengembangka produk sendiri yang kualitasnya setara, bahkan lebih baik dibanding produk luar negeri,” ungkapnya.