Jebakan Dividen: Ketika Saham Blue Chip Tak Lagi Jadi Pilihan Aman
ilustrasi dividen.DOK/ISTIMEWA
Di era yang penuh ketidakpastian dan perubahan cepat, stabilitas semu tanpa strategi pertumbuhan justru menjadi kelemahan. Dividen memang bisa memberikan pendapatan rutin, tapi bukan berarti saham yang membayar dividen otomatis menjadi aman. Investor yang terlalu fokus pada dividen bisa kehilangan perspektif yang lebih besar: apakah perusahaan tersebut masih relevan, sehat, dan siap menghadapi masa depan?
Saham blue chip tidak bisa lagi dianggap sebagai “beli dan lupakan”. Di era saat ini, pendekatan pasif seperti itu justru bisa berujung pada kehilangan nilai investasi. Pasar tidak membeli janji dividen, tapi membeli masa depan bisnis. Dan masa depan itu hanya akan dimiliki oleh perusahaan yang siap berubah, berinovasi, dan terus menciptakan nilai.
Related News
Menakar Dampak Aturan Baru Free Float 15 Persen Bursa Efek Indonesia
Pembekuan Izin Underwriter: Alarm Keras bagi Tata Kelola Pasar Modal
IPO Dulu, Masalah Kemudian: Ada Apa dengan Pengawasan OJK dan BEI?
Danantara Masuk Bursa, BPJS Tambah Porsi Saham: Akhir Era Dana Asing?
Seruan Serok Saham di Tengah Krisis: Logika vs Realitas Investor Ritel
Apakah Mundurnya Pejabat BEI dan OJK Sudah Menjawab Respons Publik?





