JRPT Siapkan Dana Buyback Saham Rp100M
:
0
Ilustrasi: Makets proyek pengembangan milik JRPT.
EmitenNews.com - PT Jaya Real Property Tbk. (JRPT) emiten grup Ciputra berencana melaksanakan pembelian kembali (buyback) saham di tengah kondisi pasar modal yang berfluktuasi signifikan.
Corporate Secretary JRPT Audi Lazaro menyampaikan, perseroan menyiapkan anggaran sebesar Rp100 miliar untuk membeli kembali sebanyak 116,28 juta lembar saham atau setara 0,901% dari total modal ditempatkan dan disetor perseroan.
“Sumber dana untuk buyback berasal dari kas internal hasil operasional, dan tidak akan berdampak signifikan terhadap kinerja maupun pendapatan perseroan,” ujar Audi dalam keterangan resmi, Senin (13/10).
JRPT menegaskan, pelaksanaan buyback ini tidak akan mengganggu kondisi keuangan dan likuiditas perusahaan. Transaksi akan dilakukan melalui Bursa Efek Indonesia maupun di luar bursa, dengan menggunakan satu anggota bursa efek sebagai perantara.
Adapun periode pelaksanaan buyback akan berlangsung paling lama tiga bulan sejak tanggal penyampaian keterbukaan informasi.
Audi menambahkan, langkah buyback ini merupakan bagian dari strategi JRPT untuk menjaga pertumbuhan berkelanjutan dan stabilitas laba per saham (EPS) di tengah fluktuasi makroekonomi dan dinamika harga saham di pasar modal.
“JRPT berkomitmen untuk terus memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan melalui pengelolaan keuangan yang hati-hati dan kebijakan korporasi yang proaktif,” pungkasnya.
JRPT pada perdagangan hari ini Senin (13/10) stagnan di level Rp860 per lembar.
JRPT dalam sebulan terakhir terbang7,5 persen dari harga Rp800 pada 15 September 2025.
Dalam enam bulan JRPT melesat 21,9 persen dari Rp705 pada 14 April 2025. Secara tahunan (YTD) JRPT melejit 14,67 persen dari harga Rp750 pada 2 Januari 2025.
Related News
Emiten Terkait Raffi Ahmad-Nagita Raih Kredit Rp45 Miliar dari BINA
Pendapatan TLKM Naik 3,55 Persen per September 2026 , Ini Penopangnya
Kredit BBKP Meningkat 3,07 Persen hingga September 2026
Laba SIG (SMGR) Melonjak 363%, Tembus Rp532 Miliar per September 2026
Tertekan Beban Keuangan, PBRX Rugi USD4,98 Juta Meski Top Line Positif
BEI: UMA & Suspensi Saham Akan Dibatasi per 2 November, Belum Dihapus





