Jurus yang Bukan Kaleng-Kaleng, Literasi Keuangan Tangkis Crazy Rich Palsu
:
0
EmitenNews.com - Setiap orang menginginkan kehidupan tentram dengan dompet yang aman, tidak peduli mereka lajang ataupun sudah berkeluarga. Akan tetapi, tidak banyak orang tahu ketentraman semacam ini tidak dapat dicapai dengan gaji tinggi lho! Satu-satunya cara mencapainya dari segi keuangan adalah dengan melek secara finansial.
Apa pengertian melek finansial dan bagaimana caranya? Pengertian Melek Finansial menurut Gerakan Literasi Nasional dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, pengertian melek finansial adalah kecakapan dalam mengaplikasikan pengetahuan terkait konsep dan resiko sehingga mampu mengambil keputusan efektif terkait finansial agar kesejahteraan finansial meningkat, baik individu maupun sosial, dan dapat berpartisipasi dalam lingkungan masyarakat.
Secara umum, pengertian melek finansial adalah kemampuan untuk mengelola finansial secara teratur dengan sejumlah ilmu pengetahuan dan keterampilan, agar mampu mencapai kesejahteraan hidup.
Mengapa Literasi Keuangan Penting? Literasi keuangan adalah hal yang penting dipelajari agar melek finansial, terutama bagi pekerja baru dan orang dengan tanggungan keluarga. Selengkapnya tentang pentingnya literasi keuangan adalah berikut ini.
- Mampu Mengelola Keuangan Secara Teratur. Informasi dan wawasan literasi keuangan akan membuat Anda mampu mengatur keuangan dengan baik. Dengan literasi keuangan, alokasi finansial dapat terdistribusi secara lebih bijak dan terencana. Sehingga terciptanya kondisi keuangan yang sehat dan seimbang.
- Mengurangi Risiko Menjadi Korban Penipuan. Literasi keuangan membuat Anda memiliki banyak pengetahuan terkait keuangan. Pengetahuan ini akan membantu Anda menyeleksi produk/layanan finansial asli dan mana yang penipuan. Sehingga Anda bisa menghindarkan diri dari kerugian.
Related News
Asyik! Emiten Ini Bakal Cum Date Dividen Awal Mei, Cek Jadwalnya
DSSA, CMNP, dan MEGA Ramaikan Saham Top Losers Pekan Ini
Telisik! Barisan Saham Top Gainers dalam Sepekan
IHSG Susut 2,42 Persen, Kapitalisasi Pasar Sisa Rp12.382 Triliun
Kemendag Minta Klarifikasi Traveloka Terkait Refund Pembatalan Tiket
Dubes China Dukung Perluasan Akseptasi QRIS di Negaranya





