EmitenNews.com - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mengapresiasi dan menyatakan kesiapannya mendukung langkah pemerintah untuk menstabilkan harga minyak goreng.


Dukungan tersebut disampaikan Ketua Umum Kadin Indonesia, Arsjad Rasjid, Kamis (6/1) menyikapi perintah Presiden Joko Widodo kepada Menteri Perdagangan Selasa (4/1) untuk stabilkan harga minyak goreng di pasaran seiring dengan melonjaknya harga CPO di pasar global.


Mendag diminta ditindaklanjuti melalui rapat Dewan Komite Pengarah Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) hari ini. Komite Pengarah menyetujui untuk menyiapkan dana BPDPKS guna menstabilitasi harga minyak goreng dalam negeri.


Lebih jauh Arsjad mengatakan salah satu program prioritas Kadin adalah peningkatan ketahanan pangan, dimana komponen penting di dalamnya adalah ketersediaan dan keterjangkauan bahan pangan.


Sesuai SK Kepala Badan POM Nomor HK.00.05.42.4040 tahun 2006, minyak goreng termasuk di dalam kategori pangan. Maka Kadin menilai keterjangkauan dan stabilitas harga komoditas ini menjadi sangat penting bagi masyarakat dan negara kita.


“Kadin Indonesia mendukung arahan Presiden dan keluarnya kebijakan pemerintah untuk menstabilkan harga minyak goreng dalam negeri,” tegasnya.


Melalui WKU Pertanian Kadin Indonesia juga mendukung penguatan distribusi minyak goreng di wilayah Indonesia bagian Timur yang lebih membutuhkan.


Arsjad mengemukakan pengusaha kelapa sawit yang tergabung di Kadin Indonesia juga menjadi Narasumber Utama (Prominent), selain GAPKI dan Apkasindo dalam Komite Pengarah BPDPKS yang terdiri dari Menko Perekonomian dan para Menteri terkait.


"Kami berterima kasih kepada pelaku usaha dan petani kelapa sawit yang telah menyalurkan dana sawit melalui Pungutan Ekspor (PE) untuk BPDPKS," katanya. Sehingga sebagian dananya bisa dipakai untuk membantu operasi pasar dan selisih harga pada minyak goreng dapat digunakan untuk menutup selisih Harga Eceran Tertinggi (HET) plus PPN harga minyak goreng kemasan sederhana untuk periode tertentu.


Arsjad berharap hal ini dapat membantu membuat harga minyak goreng kembali terjangkau dan bisa distabilkan.(fj)