Kecelakaan Bus Maut di Sumsel, Korban Tewas Jadi 19 Orang
:
0
Korban kecelakaan Bus Antar Lintas Sumatera (ALS) di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, Rabu (6/5/2026) bertambah menjadi 19 orang. Korban terakhir yang sempat dinyatakan selamat itu, bernama Jumiatun (43), akhirnya meninggal dunia dalam perawatan intensif di Rumah Sakit Bhayangkara Palembang. Dok. Skkkre
EmitenNews.com - Korban kecelakaan Bus Antar Lintas Sumatera (ALS) yang menabrak truk bbm, di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, Rabu (6/5/2026) bertambah menjadi 19 orang. Korban terakhir yang sempat dinyatakan selamat itu, bernama Jumiatun (43), akhirnya meninggal dunia dalam perawatan intensif di Rumah Sakit Bhayangkara Palembang.
Dalam jumpa pers, di Palembang, Jumat (15/5/2026), Wakapolda Sumatera Selatan Brigjen Pol Rony Samtana mengatakan korban tersebut berasal dari Kabupaten Pati, Jawa Tengah meninggal dunia setelah kondisinya memburuk pada Jumat dini hari.
“Kondisi pasien memburuk dan setelah dilakukan tindakan medis intensif, pasien akhirnya dinyatakan tidak dapat tertolong. Pada pukul 08.48 WIB, Jumat pagi pasien dinyatakan meninggal dunia. Jenazah diserahkan kepada keluarga untuk dipulangkan ke rumah duka,” katanya.
Dengan meninggalnya Jumiatun, jumlah korban jiwa dalam kecelakaan maut di Jalan Lintas Sumatera tersebut bertambah menjadi 19 orang. Sebanyak 17 korban meninggal dunia di lokasi kejadian, sedangkan dua korban lainnya meninggal saat menjalani perawatan di rumah sakit.
Sebelumnya, Jumiatun dievakuasi ke Palembang melalui jalur darat dan telah menjalani dua kali operasi, termasuk tindakan pengangkatan jaringan rusak pada 11 Mei 2026.
Selain Jumiatun, korban selamat lainnya bernama Mohd. Tahrul Hubaidi lebih dahulu meninggal dunia di RS Rupit. Sedangkan satu korban lainnya atas nama Ngadiono masih menjalani perawatan di ruang rawat inap RS Bhayangkara Palembang dan kondisinya membaik.
Karolabdokkes Pusdokkes Polri Brigjen Pol Dr. dr. Sumy Hastry Purwanti mengatakan pihaknya telah berhasil mengidentifikasi 14 dari 17 jenazah yang ditemukan di tempat kejadian perkara. Proses identifikasi dilakukan secara ketat melalui pemeriksaan DNA dan pencocokan data sekunder. Namun, hingga saat ini masih terdapat tiga jenazah yang belum berhasil diidentifikasi.
“Seluruh proses pemeriksaan DNA dilakukan secara rigid dan profesional melalui pemeriksaan awal, pengambilan sampel, ekstraksi, kuantifikasi, amplifikasi, elektroforesis, analisis profil DNA, hingga penerbitan surat hasil pemeriksaan DNA,” katanya.
Jenazah yang telah teridentifikasi, berdasarkan hasil dari sampel DNA yang diuji dari laboratorium forensik, yaitu Aldy Sulistiawan (L), Syamsiah Bachri (P), Zulpan Efendi (L), Agustina Maharani (P) atau istri dari Aldy Sulistiawan. Kemudian, Martoni (L), Aryanto (L), Klinton Wardana Marbun (L), Bahrul Ulum (L), Syafruddin Nasution (L), Alif Supriyatin (L), dan Budiyanto (L).
Berdasarkan data sekunder, tiga jenazah yang kembali teridentifikasi adalah Abella Zea Septiana, anak dari Aldy Sulistiawan, Zulkifli, serta Sukono.
Related News
Tren Positif Hubungan RI-Rusia, Nilai Perdagangan Capai USD4,8 Miliar
Ada Heri Black dalam Kasus Korupsi Bea Cukai yang Ditangani KPK
Siapkan CNG Pengganti LPG, Pemerintah Rumuskan Standar Keselamatan
Stok Beras 5,3 Juta Ton di Gudang Bulog, Anggota DPR Soroti Bahaya Ini
Jakarta Job Fair 2026, Ribuan Loker yang Juga Bisa Diakses Disabilitas
Pencurian 108 Tas Lululemon di Bandara Soekarno Hatta, Ada Peran Ordal





