EmitenNews.com - Kontrak berjangka saham Amerika Serikat bergerak relatif stabil pada Kamis (5/11/2026) setelah indeks utama di Bursa Wall Street mencatatkan kenaikan tajam pada sesi perdagangan sebelumnya. Penguatan pasar ini terjadi seiring hasil pemilihan paruh waktu di AS serta rilis laporan kinerja keuangan kuartalan sejumlah emiten global.

Berdasarkan data Trading Economics per Kamis (5/11/2026), stabilitas pasar berjangka ini mengikuti reli tajam yang terjadi karena kemenangan Partai Demokrat dalam pemilihan paruh waktu memicu penurunan tajam harga minyak di tengah harapan akan berakhirnya konflik Timur Tengah. Kondisi tersebut memberikan sentimen positif bagi pergerakan indeks acuan saham AS.

Pada sesi perdagangan reguler hari Rabu (4/11/2026), indeks Dow Jones melonjak 3,03 persen atau bertambah 1.569 poin hingga mencapai level tertinggi dalam dua bulan terakhir. Pada saat bersamaan, indeks S&P 500 dan Nasdaq Composite masing-masing menguat sebesar 1,58 persen dan 1,44 persen.

Sektor barang konsumsi non-esensial, keuangan, serta real estat memimpin kenaikan harga saham pada bursa saham AS. Sebaliknya, saham di sektor energi dan industri tercatat mengalami tekanan dan tertinggal dari penguatan indeks secara keseluruhan.

Di pasar saham, pergerakan harga saham emiten teknologi bervariasi mengikuti rilis kinerja keuangan. Saham AppLovin melonjak lebih dari 20 persen dalam perdagangan setelah jam kerja menyusul hasil kuartalan yang lebih baik dari perkiraan serta panduan bisnis yang positif. Di sisi lain, saham Qualcomm justru merosot lebih dari 7 persen meskipun melaporkan pendapatan yang lebih tinggi dari perkiraan pasar.

Para pelaku pasar global kini menantikan rilis laporan keuangan kuartalan dari beberapa korporasi besar yang dijadwalkan keluar pada Kamis (5/11/2026), antara lain ConocoPhillips, Kimberly-Clark, dan Airbnb.(*)