EmitenNews.com - Kepala Federal Reserve AS (Fed) Kevin Warsh mengatakan keputusan terbaru bank sentral untuk mempertahankan suku bunga tidak berubah tidak boleh dianggap sebagai jeda dalam memerangi inflasi.

Ia menekankan bahwa para pembuat kebijakan tetap siap bertindak.

Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) dalam pertemuan itu menghasilkan suara 9 berbanding 3. Sebanyak 9 suara menginginkan suku bunga acuan tetap bertahan di posisi 3,5%. Sementara tiga suara menginginkan kenaika suku bunga 25 basis poin menjadi 3,75% pada pertemuan kedua Warsh sebagai ketua.

“Saya tidak akan menyebut apa yang kami lakukan sebagai jeda,” kata Warsh pada konferensi pers setelah keputusan tersebut, Rabu (29/7/2026) waktu setempat atau Kamis (30/7/2026) dini hari WIB sebagaimana dikutip Anadolu.

Warsh menggambarkan pertemuan itu sebagai "peninjauan ketat terhadap situasi ekonomi," yang berfokus pada pertanyaan-pertanyaan utama yang belum terselesaikan dan pekerjaan yang harus diselesaikan oleh para pejabat sebelum memutuskan langkah selanjutnya.

Warsh mengatakan keputusan untuk tidak mengubah suku bunga adalah "awal dari cerita, bukan akhir dari cerita," dan menggambarkan pendekatan tersebut sebagai "pemikiran yang waspada, bukan menunggu dengan waspada."

Target Inflasi 2%

Warsh mengatakan para pembuat kebijakan tetap berkomitmen untuk mengembalikan inflasi ke target 2% Fed setelah lebih dari lima tahun kenaikan harga di atas target.

“Tidak ada target inflasi yang lunak. Tidak ada target implisit yang lunak,” katanya. “Hanya ada target, dan itu 2%.”

Ia mengatakan komite tidak memberikan bobot yang signifikan pada pembacaan inflasi inti terbaru ketika memutuskan untuk mempertahankan suku bunga.